Pengujian LRT Jabodebek

LRT Jabodebek, Menhub: Laju Sudah Lebih Halus dan Nyaman

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan laju Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sudah lebih halus dan nyaman.

Menhub Budi Karya Sumadi (kanan/rompi merah) saat mengikuti proses pengujian LRT Jabodebek, Sabtu (29/7/2023). Foto: Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub

apahabar.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan laju Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sudah lebih halus dan nyaman. Hal itu diketahui, setelah dia kembali mengecek langsung proses pengujian LRT Jabodebek.

"Saya bahagia bahwa kini sudah semakin baik dibandingkan pengujian sebelumnya. Saya minta kepada operator, jika ada kelemahan agar segera diperbaiki dan ditingkatkan," ucap Menhub melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/7).

Menhub mengikuti proses uji coba LRT Jabodebek mulai dari Stasiun Dukuh Atas, Jakarta ke Stasiun Harjamukti, Depok lalu ke Stasiun Jatimulya, Bekasi. Ia ingin memastikan aspek keselamatan telah terpenuhi sebelum nantinya LRT Jabodebek mulai beroperasi secara komersial.

Menhub menyebut pengujian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, yaitu dengan pengoperasian semua kereta LRT untuk memastikan aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi di semua kereta yang akan dioperasikan.

Baca Juga: Perkiraan Tarif LRT Jabodetabek Rp 20-Rp 25 Ribu untuk Jarak Terjauh

Selanjutnya tahap kedua, pengoperasian kereta dengan jumlah penumpang maksimal. Uji coba tahap kedua tersebut sekaligus untuk memastikan pelayanan penumpang serta tingkat kenyamanan penumpang.

Kemudian, tahap ketiga dilakukan uji coba dengan headway ketat dan rute pulang-pergi (PP).

"Uji coba ini kita lakukan hingga lima hari sebelum 18 Agustus sehingga dapat segera kita laporkan kepada presiden. Jika pengujian berjalan lancar, operasional LRT Jabodebek secara komersial dapat dilakukan saat kita merayakan HUT Ke-78 Republik Indonesia," ungkap Menhub.

Selain menjajal LRT, Menhub juga mengunjungi gedung Operation Control Center (OCC) LRT Jabodebek dan memberikan pengarahan dan motivasi kepada para petugas, mulai dari train attendant, petugas OCC sampai kepala Stasiun LRT Jabodebek.

Baca Juga: LRT Jabodebek, Konsultan: Bikin Properti TOD Menarik bagi Masyarakat

Menhub juga mempersilakan kepada para petugas untuk menyampaikan aspirasinya sebagai bahan masukan dan evaluasi.

"Ketika kereta ini sudah berjalan, maka kita tidak bisa berhenti atau mundur lagi. Kalau ada masalah pasti akan banyak keluhan dari masyarakat. Untuk itu, kita harus pastikan dengan quality control dan tingkat keselamatan yang baik," ujar Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengapresiasi kehadiran Menhub yang dapat menjadi penyemangat bagi jajaran KAI, khususnya divisi LRT Jabodebek dalam mempersiapkan pengoperasian LRT Jabodebek.