Legislator Kalsel Tegaskan Kematian Ikan di Sungai Barito Akibat Faktor Alami, Bukan Pencemaran

Sadam Husein Naparin, menegaskan bahwa fenomena kematian sejumlah jenis ikan di Sungai Barito tidak disebabkan oleh pencemaran kimia.

Ilustrasi sungai tercemar. Foto: Pixabay

bakabar.com, BANJARMASIN - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Demokrat Persatuan Perjuangan (DPP), Sadam Husein Naparin, menegaskan bahwa fenomena kematian sejumlah jenis ikan di Sungai Barito tidak disebabkan oleh pencemaran kimia maupun aktivitas perusahaan dan perkebunan kelapa sawit.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil analisis lapangan serta mitigasi awal terhadap laporan kualitas air sungai. Sadam menjelaskan, pemeriksaan sementara menunjukkan adanya intrusi air dengan tingkat pH yang tinggi akibat kiriman banjir rob dari wilayah Hulu Sungai beberapa waktu lalu.

Perubahan kualitas air yang terjadi secara mendadak itu dinilai berdampak langsung terhadap keseimbangan ekosistem sungai dan memicu stres lingkungan pada biota air. “Ini murni faktor alami, bukan akibat zat kimia berbahaya,” tegas Sadam, Rabu (28/1).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air PDAM di Kabupaten Barito Kuala, Sadam memastikan air PDAM masih aman digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, mencuci beras, dan mencuci pakaian. Namun, untuk konsumsi langsung, air tersebut belum direkomendasikan tanpa melalui proses pemasakan terlebih dahulu karena masih membutuhkan teknologi pengolahan yang lebih modern.

Ia menambahkan, sumber air baku PDAM Barito Kuala berasal dari Sungai Martapura, sama seperti PDAM Banjarmasin dan Banjarbaru. Selain itu, Sadam juga menegaskan bahwa apabila terjadi kematian mendadak pada hewan predator seperti buaya, hal tersebut bukan disebabkan faktor kimiawi, melainkan akibat perubahan kualitas air secara tiba-tiba yang mengganggu habitat alaminya.