Kereta Cepat

Lancarkan Komunikasi, KCIC Ukur Kebersihan Frekuensi Kereta Cepat

KCIC mengukur kebersihan frekuensi atau frequency clearing untuk memastikan kelancaran sistem komunikasi pada KA cepat.

KCIC mengukur kebersihan frekuensi atau 'frequency clearing' untuk memastikan kelancaran sistem komunikasi pada KA cepat relasi Jakarta-Bandung. Foto: KCIC

apahabar.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator kereta api (KA) cepat relasi Jakarta-Bandung mengukur kebersihan frekuensi atau frequency clearing untuk memastikan kelancaran sistem komunikasi pada KA cepat.

Pengukuran dilaksanakan pada Senin (10/7) lalu bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Telkomsel, dan Indosat dengan menggunakan comprehensive inspection train atau kereta inspeksi.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (13/7), menjelaskan pengukuran tersebut merupakan bagian dari testing and commissioning KA cepat yang selama ini terus dilakukan.

​Pengukuran frekuensi menggunakan global system for mobile communication railway (GSM-R) di sepanjang jalur lintasan KA cepat relasi Jakarta-Bandung dilakukan untuk memastikan bahwa frekuensi GSM-R tidak terganggu dan cukup kuat pada saat operasional kereta cepat.

Baca Juga: Kereta Cepat Segera Beroperasi, Pengamat: Siapkan Sarana Penunjang

Pengukuran dilakukan sedetil mungkin dengan menggunakan instrumen yang tersedia di dalam kereta inspeksi maupun peralatan yang lain yang disediakan oleh Telkomsel dan Indosat.

"Hasil dari pengukuran ini akan menjadi evaluasi dari seluruh pihak yang akan segera ditindaklanjuti dalam rangka memberikan kepastian bahwa frekuensi GSM-R yang digunakan tidak terintervensi jaringan sinyal komunikasi yang lain," ucap Emir.

Sebagai transportasi dengan teknologi tinggi, KCIC menjelaskan bahwa KA cepat memerlukan jaringan komunikasi yang handal untuk menciptakan keselamatan perjalanannya. Untuk memastikan sistem persinyalan dan komunikasi KA cepat berjalan dengan lancar, KCIC menggunakan GSM-R.

GSM-R merupakan jaringan yang diperuntukkan khusus untuk komunikasi perkeretaapian yang juga digunakan di industri perkeretaapian di Eropa, Arab Saudi, dan China. Jaringan GSM-R menggunakan jaringan 2G pada frekuensi 900 MHz untuk menghadirkan komunikasi digital yang aman dan dapat diandalkan.

Baca Juga: Jakarta-Bandung Kini Lebih Dekat dengan Kereta Cepat

KCIC mengungkapkan dengan menggunakan GSM-R, tingkat keamanan yang lebih tinggi dapat dicapai karena komunikasi akan berlangsung setiap saat tanpa terputus, termasuk area seperti terowongan di mana komunikasi radio sebelumnya tidak mungkin dilakukan, namun GSM-R mampu mengatasinya. Penggunaan GSM-R akan meningkatkan keselamatan bagi penumpang, masinis, dan petugas perawatan.

KA cepat relasi Jakarta-Bandung merupakan layanan KA cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang akan beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam.

KA cepat relasi Jakarta-Bandung memiliki jalur sepanjang 142,3 km dengan 13 terowongan dan akan melayani empat stasiun, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Untuk meningkatkan konektivitas, KA cepat relasi Jakarta-Bandung juga akan terkoneksi dengan LRT Jabodebek, KA Feeder, Commuter Line Bandung Raya, bus rapid transit, shuttle, dan taksi.