Kronologis Tongkang Batu Bara Senggol Siring Marabahan di Batola

Kegagalan melambung tongkang batu bara lain ternyata menjadi awal penyebab insiden di Siring Marabahan, Barito Kuala (Batola), Jumat (15/3) pagi.

TB Duta Kapuas 10 yang menarik tongkang Kapuas 312 seusai insiden menyenggol Siring Marabahan, Jumat (15/3). Foto: Sat Polairud Polres Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Kegagalan melambung tongkang batu bara lain ternyata menjadi awal penyebab insiden di Siring Marabahan, Barito Kuala (Batola), Jumat (15/3) pagi.

Sebuah tongkang batu bara tanpa muatan, menyenggol siring sungai di depan Jalan Panglima Batur, Kelurahan Ulu Benteng, Marabahan.

Akibatnya pagar besi yang membatasi siring dengan Sungai Barito, mengalami kerusakan sepanjang sekitar 40 meter.

Insiden tersebut juga merusak 2 kelotok yang sedang tambat di sekitar siring, termasuk 4 titian kayu masing-masing sepanjang 1 meter milik warga setempat.

Tak lama setelah kejadian, personel Dit Polairud Polda Kalimantan Selatan dan Sat Polairud Polres Batola tiba di lokasi.

Keterangan beberapa saksi pun dikumpulkan, termasuk dari kapten Tug Boat (TB) Duta Kapuas 10 penarik tongkang Kapuas 312 yang menyebabkan insiden.

Baca Juga: Terseret Arus Sungai, Tongkang Batu Bara Senggol Siring Marabahan di Batola

"Sekitar pukul 07.30 Wita, TB Duta Kapuas 10 menarik BG Kapuas 312 dari arah Banjarmasin tujuan Bintang Linggi di Kalimantan Tengah," papar Kapolres Batola melalui Kasat Polairud AKP Supriyanto, ketika dikonfirmasi bakabar.com.

"Setelah melintas di Siring Ulek, TB Duta Kapuas 10 melakukan komunikasi hendak melambung TB United 2025 yang menarik BG ISM tanpa muatan dengan tujuan sama," imbuhnya.

Setelah mendapat izin, TB Duta Kapuas 10 melambung dari sebelah kiri. Namun karena arus sungai, BG ISM juga terdorong ke kiri sungai.

"Dalam upaya menghindari senggolan dengan BG ISM, BG Kapuas malah terlalu dekat dengan siring, sehingga senggolan pun tidak terhindarkan," beber Supriyanto.

"Tidak jatuh korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian masih dalam penghitungan," tutupnya.

Kasat Polairud Polres Batola, AKP Supriyanto, ketika mengecek kerusakan siring akibat disenggong tongkang batu bara, Jumat (15/3). Foto: Sat Polairud Polres Batola