bakabar.com, BANJARMASIN - Peringatan Hari Jadi ke-16 Oi Banjarmasin tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting konsolidasi Oi se-Kalimantan.
Kegiatan yang digelar di Villa Akung, Mandiangin Timur, pada 17-18 Januari 2026 tersebut menjadi ruang pembahasan rencana Jambore Oi Borneo Raya, yang akan mempertemukan anggota Oi dari seluruh wilayah Kalimantan.
Mengusung tema “Makin rakat, makin kuat, bamanfaat”, perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Sejumlah Badan Pengurus Kota/Kabupaten (BPK) dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan turut hadir, di antaranya Oi Banjarmasin, Banjarbaru, Batulicin, Kandangan, dan Barabai.
Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Oi Kalimantan Selatan, Agus Syswanto, mengatakan bahwa forum ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat organisasi, khususnya di daerah yang sempat vakum.
“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Kita ingin mengaktifkan kembali BPK yang sempat pasif. Semangat Oi Banjarmasin bisa menjadi contoh bagaimana organisasi tetap eksis dan bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan gagasan Jambore Oi Borneo Raya pertama kali muncul dalam Musyawarah Nasional (Munas) Oi di Gresik pada November 2025 lalu. Hingga kini, jambore berskala regional tersebut belum pernah digelar.
“Jambore regional ini belum pernah ada sebelumnya. Mudah-mudahan bisa menjadi role model bagi wilayah lain di Indonesia,” tambahnya.
Rencana jambore lintas provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dengan konsep silaturahmi, pertukaran gagasan, serta penguatan peran Oi di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Puja Mandela yang mewakili Oi Batulicin, menilai jambore bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga momentum strategis untuk regenerasi organisasi.
“Gaungnya harus lebih besar. Jangan hanya berhenti di internal Oi. Kita perlu membuka ruang agar generasi muda, terutama Gen Z, tertarik dan mengenal Oi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Oi Banjarmasin, M. Yunani, ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Jambore Oi Borneo Raya. Tokoh sepuh Oi Kalimantan Selatan, Pakde Ashadi, juga berharap jambore ini menjadi ruang yang lebih luas agar Oi semakin dikenal oleh masyarakat.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-16 Oi Banjarmasin turut diisi dengan malam keakraban, diskusi program kerja, penampilan musik akustik, serta penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.