Komisi III DPRD Balangan Sidak IPA Gunung Pandau, Soroti Penggunaan Modal Rp20 Miliar

Komisi III menyoroti beberapa aspek krusial, termasuk efektivitas sistem perpipaan yang sering mengalami kendala atau gangguan.

oleh Fath29
KOMISI III DPRD Balangan melakukan sidak ke IPA Gunung Pandau.(Foto: Khairul)

bakabar.com, BALANGAN – Komisi III DPRD Kabupaten Balangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Gunung Pandau yang dikelola oleh PT Air Minum Sanggam (AMS). Langkah ini diambil sebagai respon atas maraknya keluhan masyarakat terkait layanan distribusi air bersih yang belum maksimal dalam beberapa waktu terakhir.

Rombongan dewan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Hafis Ansyari, didampingi sejumlah anggota komisi. Kedatangan mereka disambut oleh manajemen PT AMS, yang diwakili oleh Direktur Bisnis, Kepala Bagian Teknik, serta jajaran teknis lainnya untuk mendampingi proses pengecekan di lapangan.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Hafis Ansyari menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan dan aspirasi yang diemban oleh DPRD. Pihaknya menilai adanya urgensi untuk turun langsung melihat kondisi riil di lapangan menyusul banyaknya aduan yang masuk.

“Kami telah melakukan sidak ke PT AMS Balangan karena akhir-akhir ini banyak laporan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat terkait pelayanan air bersih. Oleh karena itu, kami datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Hafis Ansyari kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Selain menindaklanjuti keluhan warga, sidak ini juga bertujuan untuk memantau secara langsung proses pengolahan air baku hingga menjadi air siap minum, serta mekanisme distribusinya ke berbagai titik pelanggan.

Komisi III menyoroti beberapa aspek krusial, termasuk efektivitas sistem perpipaan yang sering mengalami kendala atau gangguan. Anggota dewan meminta penjelasan terkait langkah konkret yang telah dan akan dilakukan oleh manajemen dalam menangani jalur distribusi yang kerap mengalami hambatan, sehingga aliran air tidak sampai ke rumah warga dengan lancar.

“Kami ingin memastikan bagaimana proses pengolahan dan distribusinya berjalan. Kami juga menanyakan solusi apa yang sudah disiapkan perusahaan dalam menangani masalah distribusi yang sering macet atau mengalami gangguan,” tambahnya.

Dalam pertemuan dengan manajemen, Komisi III juga memberikan masukan dan teguran agar perusahaan lebih sigap dalam mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung operasional. Salah satu poin penting yang disoroti adalah kestabilan pasokan listrik.

Pihak dewan mendorong manajemen untuk memiliki sistem cadangan yang memadai guna mengantisipasi pemadaman listrik atau gangguan daya yang dapat menghentikan proses produksi dan penyediaan air bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong agar sarana pendukung, terutama yang berkaitan dengan kelistrikan, harus benar-benar disiapkan dengan baik agar tidak terjadi kendala yang berulang dan mengganggu pelayanan kepada publik,” tegas politisi tersebut.

KOMISI III DPRD Balangan Sidak IPA Gunung Mandau

Tidak hanya membahas masalah teknis operasional, dalam kesempatan tersebut Komisi III juga menanyakan perkembangan penggunaan dana penyertaan modal daerah yang nilainya mencapai Rp20 miliar.

Berdasarkan penjelasan yang diterima dari direksi PT AMS, penggunaan anggaran tersebut saat ini sudah mulai berjalan. Dana tersebut saat ini tengah dialokasikan untuk keperluan pengadaan berbagai barang dan material yang disimpan sebagai stok di gudang perusahaan untuk kebutuhan operasional dan pengembangan jaringan ke depan.

“Kami juga menanyakan terkait progres penyertaan modal sebesar Rp20 miliar itu. Berdasarkan keterangan direksi, dana tersebut sudah mulai digunakan untuk pengadaan barang yang disiapkan sebagai stok di gudang. Kami tidak terlalu rinci menanyakan pengadaan barang apa saja, namun yang jelas anggaran tersebut sudah mulai diserap dan digunakan,” ungkap Hafis.

Dengan adanya sidak dan pembahasan ini, Komisi III berharap PT AMS dapat segera melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan. Pihaknya juga menegaskan akan terus memantau perkembangan selanjutnya demi memastikan hak masyarakat Balangan atas layanan air bersih yang lancar dan berkualitas dapat terpenuhi.