bakabar.com, BALANGAN – Komisi II DPRD Kabupaten Balangan melakukan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Kapuas pada Jumat, 27 Maret 2026. Kunjungan ini ditujukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah "Bumi Sanggam".
Dalam kesempatan tersebut, pihak legislatif menegaskan komitmennya untuk meniru dan mengadopsi program-program yang terbukti berhasil, namun tetap disesuaikan dengan kondisi riil di daerah masing-masing.
Anggota Komisi II DPRD Balangan, Nur Fariani, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Kapuas sebagai tujuan studi banding bukan tanpa alasan. Daerah tersebut dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni dalam beberapa sektor krusial, mulai dari pengelolaan lahan gambut, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga keberhasilan implementasi program food estate.
“Kami datang ke sini ingin melihat mana yang benar-benar berhasil dan mana yang perlu menjadi evaluasi, agar nantinya Balangan tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujar Nur Fariani dalam keterangannya, Jumat (27/3).
Menurutnya, transfer ilmu dan praktik baik ini sangat penting agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar solutif. Pihaknya menegaskan bahwa setiap program yang akan diadopsi haruslah relevan dan mampu menjawab tantangan yang ada di Balangan.
“Kami akan mengambil program yang berjalan sukses, namun tentu akan disesuaikan dengan kondisi riil di Balangan. Jangan sampai program tersebut hanya terlihat bagus di atas kertas, tetapi sulit dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Hasil dari kunjungan kerja dan studi banding ini nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan. Komisi II juga berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh proses implementasi di lapangan.
Upaya pengawalan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari mendorong pembentukan program percontohan atau pilot project, hingga penguatan alokasi anggaran yang memadai agar program dapat berjalan maksimal.
“Bagi kami, keberhasilan sebuah program bukan dilihat dari tebalnya dokumen atau indah bahasanya di atas kertas, tetapi saat petani dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya secara langsung dan nyata,” tegas Nur Fariani.
Dengan adanya sinergi dan pembelajaran dari daerah lain ini, diharapkan Kabupaten Balangan dapat memiliki formulasi kebijakan yang tepat guna dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.