Kerap Diguyur Hujan, BPBD Banjarbaru Klaim Siap Hadapi Banjir-Puting Beliung

Hujan mengguyur Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel beberapa hari ini. BPBD Kota Banjarbaru siap menghadapi dampak peralihan musim. 

Banjarbaru diguyur hujan saat kemarau. Foto-apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU - Beberapa hari ini Kota Banjarbaru kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras, untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat siap menghadapi peralihan musim

Kalakhar BPBD Banjarbaru, Zaini menuturkan jika mayoritas hujan yang mengguyur kota Idaman berintensitas sedang. 

Meski demikian, Zaini mengatakan, pihaknya tetap bersiap apabila terjadi hujan disertai angin puting beliung bahkan jika mengakibatkan banjir. 

"Alhamdulilah di Banjarbaru hujannya sedang, tidak ada angin puting beliung. Tapi dengan kondisi cuaca [tidak menentu] seperti ini kami juga siaga apabila puting beliung terjadi. Kami akan berusaha tanggap maksimal," ujarnya Rabu (18/10/2023). 

Sebab itu, lanjutnya BPBD Banjarbaru telah melakukan sosialisasi terkait bencana banjir, utamanya di dua kecamatan yang rawan. 

"Di kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang sudah ada sosialisasi penanggulangan banjir," katanya. 

Selain di sana, titik rawan banjir lainnya sebut Zaini di kecamatan Cempaka dan wilayah bantaran Sungai Kemuning.

"Juga lokasi lain yang sering kita bantu evakuasi saat banjir, namun utamanya di titik-titik itu. Kami sudah siapkan personel dan peralatan untuk evakuasi," tuntasnya. 

Sebelumnya, BMKG Kalsel melalui Ph Koordinator Observasi dan Informasi, Dedy Supratono menuturkan, jika memang saat ini wilayah Kalsel sedang berada pada masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan. 

"Dimana awal musim hujan untuk wilayah Kalsel diprakirakan terjadi pada November," kata Dedy kepada apahabar.com, Selasa (17/10) kemarin. 

Dirincikannya, variasi awal musim hujan untuk wilayah Kalsel yaitu bagian utara terjadi pada awal November atau dasarian I. Bagian barat terjadi pada pertengahan November atau dasarian II, dan Kalsel bagian Timur serta Selatan terjadi pada akhir November atau dasarian III. 

Sedang perubahan cuaca signifikan yang terjadi akhir-akhir ini di Kalsel diakibatkan dari pengaruh nilai kelembaban udara yang cukup tinggi di lapisan atas. 

Serta ditambah pengaruh indeks labilitas yang cukup kuat untuk pertumbuhan awan-awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan dapat disertai kejadian kilat atau petir serta angin kencang.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada siang atau sore hari di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Tapin, Tanah Laut, Kotabaru, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong," ungkapnya. 

Meski berada dalam periode peralihan musim penghujan di November, digarisbawahinya jika saat ini masih musim kemarau. 

"Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website: stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id atau follow instagram @cuacakalsel," tandasnya.

Pantauan apahabar.com, hujan turun di pusat kota Banjarbaru sekitar pukul 13.55 Wita. Sedang sebelumnya lebih dulu mengguyur wilayah Landasan Ulin sekitar jam 13.20 Wita.

Hingga pukul 16.30 Wita, hujan belum juga reda, utamanya di wilayah Landasan Ulin.