Kepala BKKBN RI Dukung Penurunan Stunting di Batola

Upaya Barito Kuala (Batola) menurunkan stunting, mendapat dukungan dari Kepala Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, memantau kegiatan pemasangan susuk akseptor KB perempuan di Aula Kantor Pemerintah Kecamatan Mandastana. Foto: Diskominfo Batola

bakabar.com, MARABAHAN - Upaya Barito Kuala (Batola) menurunkan stunting, mendapat dukungan dari Kepala Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Dukungan disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Mandastana, Kamis (18/4), seusai menghadiri Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Selatan 2024 di Banjarmasin.

Diketahui pemerintah pusat telah memprioritaskan penurunan angka stunting menjadi 14 persen hingga akhir 2024.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi stunting di Batola hingga akhir 2022 mencapai 33,6 persen. Kemudian turun menjadi 15,9 persen di akhir 2023.

"Untuk menurunkan stunting, seluruh pemegang kebijakan harus berkolaborasi memenuhi target tersebut termasuk kementerian/lembaga pemerintah, BKKBN, pemerintah daerah, dan seluruh sektor terkait," tegas Hasto.

"Keuntungan dari bonus demografi bisa dirasakan ketika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) meningkat. Sedangkan keluarga merupakan pintu utama untuk meningkatkan mutu SDM," imbuhnya.

Selama di Batola, Hasto mengunjungi Kampung Keluarga Berkualitas di Desa Tebing Rimbah, Kecamatan Mandastana.

Juga memantau kegiatan pemasangan susuk akseptor KB perempuan di Aula Kantor Pemerintah Kecamatan Mandastana.

"Kami berterimakasih karena Batola menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian kegiatan BKKBN," sahut Mujiyat.

"Tentunya ini memiliki makna strategis dalam upaya intensifikasi Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting khususnya di Batola," tutupnya.