bakabar.com, BANJARBARU - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Banjarbaru berlangsung meriah dan sarat pesan pembangunan, Senin (20/4).
Perayaan yang digelar di Lapangan Murdjani tersebut terasa istimewa, karena dihadiri langsung dua menteri.
Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Tidak ketinggalan Gubernur Kalsel H Muhidin, Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, serta sejumlah kepala daerah kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Hanif Faisol Nurofiq menilai usia 27 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah kota. Tidak hanya menunjukkan pertumbuhan fisik, tetapi juga mulai menegaskan identitas dan peran strategis sebagai pusat pemerintahan dan pembangunan di Kalsel.
"Status Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi membawa tanggung jawab besar, karena keberhasilan pembangunan kota ini akan menjadi cerminan kemajuan daerah secara keseluruhan," papar Hanif.
Hanif juga memberikan apresiasi terhadap deklarasi Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas (Kilau Emas) yang diluncurkan dalam puncak peringatan hari ulang tahun.
Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan nasional terkait pengelolaan sampah.
"Persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat, bahkan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju Indonesia maju," papar Hanif.
"Presiden sangat menekankan untuk mencapai Indonesia Emas, persoalan dasar seperti penanganan sampah harus diselesaikan terlebih dahulu. Sekarang Banjarbaru menunjukkan komitmen untuk menjawab tantangan ini," tutupnya.