bakabar.com, KANDANGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mendorong pengembangan sektor pertanian dan perikanan melalui pelatihan pembuatan pakan alami bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Balai Benih Ikan Kandangan, Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Senin (18/05/2026).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus diharapkan dapat memperkuat kapasitas Pokdakan, mendorong kemandirian masyarakat dalam membangun usaha yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS Lutfiana menjelaskan bahwa peserta diberikan edukasi sekaligus praktek langsung teknik budidaya ikan yang baik, termasuk cara menekan biaya pakan yang selama ini menjadi kendala utama para pembudidaya.
“Kami mempraktekkan langsung kepada peserta cara pemijahan indukan ikan papuyu (betok) dengan sistem suntik merangsang agar cepat kawin,” jelasnya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan berbagai alternatif pakan organik, salah satunya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang kini semakin populer karena murah dan mudah dikembangkan.
Kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel memungkinkan peserta mendapatkan materi teknis yang lebih komprehensif.
“Modal budidaya ikan ini sekitar 70 persennya berada di pakan. Dengan adanya alternatif seperti maggot, diharapkan dapat mengurangi biaya dan meningkatkan hasil panen,” tambah Lutfiana.
Ia menjelaskan bahwa pakan alternatif maggot dapat digunakan dengan perbandingan 40 persen maggot dan 60 persen pakan pelet pabrikan.
Disebutkannya pula, maggot BSF sangat mudah dikembangkan karena hanya memerlukan limbah atau sampah organik rumah tangga yang tersedia setiap hari. Dengan metode ini, pembudidaya dapat menekan biaya produksi tanpa menurunkan kualitas budidaya.
Pelatihan Pokdakan ini dirangkai dengan sejumlah kegiatan lainnya seperti gerakan tanam cabai serentak untuk menekan inflasi melalui sistem terintegrasi kolam ikan, panen ikan nila, serta gerakan gemar makan ikan dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten HSS.
Bupati HSS, Syafrudin Noor diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Tedy Soetedjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Tedy menegaskan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan pembibitan dan peningkatan minat makan ikan,” pungkasnya.