bakabar.com, BANJARMASIN - Kick Boxing Indonesia Kalimantan Selatan (KBI Kalsel) mulai memanaskan persiapan menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dengan menggelar konsolidasi organisasi guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan profesional.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) KBI Kalsel, HM Rosehan Noor Bahri, menegaskan bahwa langkah konsolidasi menjadi fondasi penting sebelum Kejurprov digelar. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat di Banjarmasin, Selasa siang.
“Melalui konsolidasi ini, kita ingin memastikan seluruh persiapan berjalan tertib dan lancar,” ujarnya, Selasa (7/4) siang.
Dalam rapat yang berlangsung di Waroeng Bamboe tersebut, Pengprov fokus melakukan penertiban struktur kepengurusan dan validasi atlet.
Rosehan menegaskan, sesuai arahan Pengurus Pusat, tidak diperbolehkan adanya rangkap jabatan, baik di internal organisasi maupun dengan organisasi bela diri lainnya.
“Pengurus tidak boleh merangkap di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, atau di cabang bela diri lain seperti karate maupun tinju,” tegasnya.
Selain itu, penertiban juga menyasar status atlet, termasuk kejelasan domisili. Atlet diwajibkan membela daerah sesuai tempat tinggalnya, serta tidak diperkenankan merangkap peran sebagai pelatih.
Ia mencontohkan, pada ajang Porprov Kalsel sebelumnya, terdapat atlet asal Banjarmasin yang berlaga mewakili Kabupaten Tanah Laut. Kondisi seperti itu, menurutnya, harus dibenahi demi menjaga sportivitas dan keadilan.
“Kalau ditemukan pelanggaran, yang bersangkutan harus memilih. Jika tidak, akan kami keluarkan dari organisasi,” tegas Rosehan.
Rapat konsolidasi ini juga dihadiri pelatih dan atlet dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yakni Alfian, Anggi, serta Nadin Safitri, siswi SMAN 1 Barabai, yang turut memperkuat kesiapan KBI Kalsel menghadapi Kejurprov mendatang.