Berita Banjar

Kasus Pria Berparang di Ponpes Darussalam Martapura Selesai Secara Kekeluargaan

Pria berparang di depan gerbang Ponpes Darussalam Martapura diamankan kepolisian. Kini kedua belah pihak sepakat diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski sempat ditahan polisi, kasus pria berparang di depan gerbang Ponpes Darussalam Martapura dipastikan selesai. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA - Meski sempat ditahan polisi, kasus pria berparang di depan gerbang Ponpes Darussalam Martapura dipastikan selesai. Pihak-pihak yang terlibat sepakat berdamai.

Pria berparang tersebut rupanya warga sekitar Ponpes Darussalam, tepatnya di Jalan Pangeran Abdurrachman, Kelurahan Pesayangan, Martapura. Diketahui pria ini berinisial RF alias Idang (41).

Ponpes Darussalam sedianya tidak melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian. Namun akibat rekaman CCTV yang beredar dan viral di media sosial, Polres Martapura akhirnya turun tangan.

"RF sebenarnya telah diamankan, Jumat (27/10) malam. Lantas atas permintaan kedua belah pihak, permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan," papar Kasi Humas Polres Banjar, AKP Suwarji, Sabtu (28/10).

Dalam proses penyelesaian dengan RF, berhadir beberapa orang santri Ponpes Darussalam dan perwakilan Kelurahan Pesayangan di Mako Polsek Martapura.

Baca Juga: Pria Berparang di Ponpes Darussalam Martapura, Polisi Sebut Hanya Kesalahpahaman Bukan Penyerangan

Baca Juga: Viral Pria Berparang Mengejar Santri di Ponpes Darussalam Martapura, Begini Kronologinya

"Kami memberikan pemahaman untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Selanjutnya problem solving diakhiri dengan kesepakatan damai," sambung Suwarji.

Sementara RF telah memohon maaf atas kejadian tersebut kepada Ponpes Darussalam Martapura, sekaligus berjanji tidak akan mengulangi ulah serupa di kemudian hari.

"Saya tidak bermaksud melukai atau menyerang siapapun. Saya meminta maaf kepada Ponpes Darussalam Martapura dan tidak akan mengulangi lagi," papar RF.

Adapun Ketua RT 3 Kelurahan Pesayangan, M Makki, menjelaskan bahwa RF hidup seorang diri dan yang sudah lama tidak memiliki tempat tinggal tetap.

"RF sering tidur di Toko Assalam yang berada di samping Ponpes Darussalam. Sehar-hari bekerja sebagai pemulung dan bersih-bersih. Penghasilan yang diperoleh juga tidak menentu," ungkap Makki.

Diyakini popularitas rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi RF tersebut juga dipantik isu gangster di Banjarmasin. Padahal faktanya tidak berhubungan sama sekali dan hanya merupakan kesalahpahaman.

"Alhamdulillah masalah sudah selesai. Semoga tidak terjadi lagi kejadian serupa," tandas Makki.