Kader Golkar Batola Layangkan Surat ke Ketua Umum, Pertanyakan Proses Musda

Seorang kader Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Syarif Faisal, melayangkan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Syarif Faisal

bakabar.com, BANJARMASIN – Seorang kader Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Syarif Faisal, melayangkan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Surat tersebut berisi keprihatinan atas dugaan adanya intervensi dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Batola.

Surat terbuka itu disampaikan pada Kamis (1/1/2026) di Banjarmasin. Dalam isinya, Syarif menilai proses Musda di tingkat daerah tidak berjalan sebagaimana mestinya dan berpotensi menyimpang dari aturan organisasi.

Ia menyoroti dinamika pemilihan ketua DPD Golkar Batola yang menurutnya sudah mengarah pada satu figur tertentu bahkan sebelum Musda resmi dilaksanakan. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi internal serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

“Musda semestinya menjadi forum demokratis bagi kader untuk menentukan arah kepemimpinan, bukan sekadar agenda formal untuk mengukuhkan keputusan yang telah disiapkan,” tulis Syarif dalam suratnya.

Syarif juga menyebut bahwa persoalan serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk dalam proses penetapan Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala, yang menurutnya tidak sepenuhnya mengacu pada mekanisme organisasi.

Ia mengungkapkan bahwa praktik-praktik tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan kader yang selama ini berjuang membesarkan partai di tingkat akar rumput.

“Situasi ini tentu berdampak pada semangat dan kepercayaan kader terhadap marwah partai,” ujarnya.

Sebagai kader yang telah mengabdi selama empat periode, Syarif menyatakan kekhawatirannya apabila Partai Golkar justru kehilangan nilai-nilai dasar demokrasi internal yang selama ini menjadi kekuatan utama partai.

Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu soliditas dan kesiapan partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Melalui surat terbuka itu, Syarif berharap Ketua Umum DPP Partai Golkar dapat melakukan evaluasi dan memastikan seluruh tahapan Musda berjalan secara transparan, adil, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi lebih jauh bagi partai, termasuk bila diberikan amanah memimpin DPD Golkar Kabupaten Barito Kuala melalui proses yang demokratis dan dapat diterima seluruh kader.

“Golkar akan tetap kuat jika keadilan organisasi ditegakkan dan setiap kader dihargai secara bermartabat,” tulisnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar terkait surat terbuka tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk melengkapi pemberitaan.