Pemkab Tala

Kabupaten Balangan Terpesona Kopiah Kondang Tala

Kopiah Kondang Tala dikajitiru Balangan.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut mendapat kunjungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Kamis (15/2/2024). Foto: Pemkab Tala

bakabar.com, PELAIHARI - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian ( Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut mendapat kunjungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Kamis (15/2/2024).

Kedatangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan ke Tanah Laut ingin mempelajari Kopiah Tuntung Pandang (Kondang) khas Kabupaten Tanah Laut. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian ( Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut Masturi, dihadapan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan menceritakan awal mula pembuatan kopiah kondang Tala. 

Menurutnya, pada tahun 2021 ekonomi industri kecil menengah (IKM)  tertekan disebabkan orderan kain sasirangan berkurang drastis pada waktu  terjadi wabah covid 19. 

“Tidak ada satupun event yang digelar di Kabupaten, semua instansi maupun sekolah  tidak lagi membeli sasirangan,” katanya. 

Ia menambahkan, untuk membangkitkan usaha IKM di waktu covid 19, pihaknya berpikir keras mencarikan solusi supaya IKM di Tala bangkit dalam usaha. Dimulai    kain sasirangan di produksi menjadi masker.   

“Seiring waktu hasil diproduksi masker berbahan sasirangan pesat terjual  para IKM perlahan mulai kebanjiran orderan,” ucapnya.

Ia menambahkan, namun itu tidak berlangsung lama dengan  masuknya masker buatan pabrik masuk ke Tala dijual dengan harga murah bersaing dengan masker sasirangan. 

Masturi katakan, dirinya mulai menemukan ide baru pada saat Bupati Tala Sukamta mendapatkan oleh-oleh berupa peci jogokariyan. Mendapat arahan dari Bupati untuk membuat hal serupa dengan bahan kain sasirangan.  

Dia katakan, setelah beberapa kali melakukan uji coba membuat peci dari bahan kain sasirangan dengan alasanya yakni  faktor ekonomi dan budaya Tanah Laut.  Disebabkan keinginan mendorong Kabupaten Tanah Laut ambil bagian pelestarian sasirangan. 

“Setelah tujuh kali melakukan uji coba membuat peci dari kain sasirangan,  barulah peci tersebut sempurna dari bentuk dan tampilanya dan diberi nama  Kopiah Tuntung Pandang (Kondang),”jelasnya.

Masturi mengaku berbangga,  kekayaan intelektual sasirangan sebagai indikasi geografis Kalsel dimotori dari pengrajin sasirangan Tanah Laut dan sekarang sedang sidang di Kemenkumham RI. 

“Dulu pengrajin sasirangan di Kabupaten Tanah Laut ada 4 pengrajin, sekarang tumbuh berkembang menjadi 25 pengrajin,” pungkasnya.  

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan Indiyah Fadli menyampaikan, kedatangannya ke Dinaskerind Tanah Laut ingin mempelajari Kopiah Tuntung Pandang (Kondang) khas Kabupaten Tanah Laut.

“Kedatangan ke Tanah Laut ingin mempelajari Kopiah Tuntung Pandang (Kondang) khas Kabupaten Tanah Laut,” ucapnya. 

Ia menambahkan, Kopiah Tuntung Pandang (Kondang) khas Kabupaten Tanah Laut sudah dijadikan hak kekayaan intelektual (HKI).