Resolusi Konflik

Jokowi Tak Persoalkan Usulan Prabowo soal Resolusi Konflik Rusia-Ukraina

Presiden Jokowi tak mempersoalkan usulan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menyampaikan resolusi konflik Rusia-Ukraina.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. Foto – Antara/Desca Lidya Natalia/pri

apahabar.com, JAKARTA - Presiden Jokowi tak mempersoalkan usulan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menyampaikan resolusi konflik Rusia-Ukraina di Singapura.

Sebab usulan Prabowo hanya disampaikan dalam seminar, bukan forum kenegaraan atau perundingan.

“Dalam sebuah dialog, usulan-usulan boleh-boleh saja, Usulan saja kok, tetapi bukan dalam sebuah perundingan antarnegara, bukan. Jadi, ya saya melihat bagus-bagus saja,” kata Jokowi dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (14/6).

Baca Juga: Di Singapura, Prabowo 'Kuliahi' PBB Atasi Konflik Rusia-Ukraina

Jokowi menerangkan sikap Indonesia terhadap konflik Rusia-Ukraina mendorong perang diakhiri dengan mengutamakan penghormatan kedaulatan, integritas teritorial negara lain.

Hal ini sempat disampaikan Jokowi saat bertemu Presiden Ukraina Volodymr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Sejak awal jelas dan sampai sekarang tidak berubah bahwa Indonesia sangat menghormati kedaulatan dan teritorial integrity, integritas teritorial dari negara lain, tetap dan tak akan berubah," ujarnya.

Baca Juga: Endorse Jokowi Kerek Elektabilitas Prabowo, Gerindra: Bukan Satu-Satunya

Jokowi mengaku sudah memanggil Prabowo terkait usulan resolusi konflik yang disampaikan Prabowo dalam diskusi di Shang-ri La Dialogue 2023 di Singapura pada Sabtu (3/6).

"Dan waktu saya undang, Pak Prabowo, sama. Tak ada yang beda, bahwa dalam sebuah, dan itu bukan, bukan usulan dalam sebuah forum kenegaraan atau forum perundingan, itu seminar. Itu dialog," kata Jokowi.

Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengusulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar referendum di wilayah-wilayah yang menjadi sengketa menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022.

"PBB perlu mengatur dan melaksanakan referendum di wilayah-wilayah sengketa untuk memastikan secara obyektif keinginan mayoritas penduduk di berbagai wilayah sengketa tersebut," kata Prabowo saat berbicara dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2023 di Singapura,seperti dipantau dari Jakarta, Sabtu (3/6).

Baca Juga: Menteri Jokowi Kongkow di Malaysia: Hidup Jangan Dibikin Rumit!

Pelaksanaan referendum menjadi saran pemungkas yang disampaikan Prabowo sebagai upaya penyelesaian konflik yang sudah berlangsung cukup lama tersebut.

Pertama, Prabowo menyarankan agar Rusia dan Ukraina melakukan gencatan senjata serta penghentian kekerasan di antara kedua pihak berkonflik.

Kemudian, lanjutnya, baik Rusia maupun Ukraina perlu menarik mundur pasukan masing-masing sejauh 15 kilometer dari posisi sebelumnya untuk menciptakan zona demiliterisasi.

Prabowo juga menyarankan PBB membentuk dan menerjunkan pasukan pemantau perdamaian di sepanjang zona demiliterisasi yang sebelumnya disepakati.

"Saya ingin menegaskan bahwa Indonesia siap untuk berkontribusi lewat pemantau militer maupun pasukan yang bergabung dalam pasukan pemantau perdamaian PBB," jelasnya.