Anggaran Pemda Tidak Optimal

Jokowi Geram, Anggaran Stunting Digunakan untuk Rapat Tak Penting

Presiden Jokowi menyoroti sejumlah pemda yang menggunakan anggaran tak tepat sasaran, bahkan cenderung untuk hal yang tidak penting.

Presiden Jokowi saat meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading, Rabu (18/3/2020). Foto: Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA - Presiden Jokowi menyoroti sejumlah pemda yang menggunakan anggaran tak tepat sasaran, bahkan cenderung untuk hal yang tidak penting.

Jokowi mencontohkan, ada pemda yang mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pencegahan stunting, namun yang digunakan untuk membeli makanan bergizi bagi anak-anak stunting tak sampai Rp 2 miliar. Justru anggaran stunting Rp10 miliar itu banyak dihabiskan untuk perjalanan dinas dan rapat.

"Saya cek, perjalanan dinas Rp3 miliar, rapat-rapat Rp3 miliar, penguatan pengembangan apa-apa bla bla bla Rp 2 miliar. Yang benar-benar beli telur itu nggak ada Rp2 miliar. Kapan stunting mau selesai kalau caranya seperti ini," ujar Jokowi dalam Rakornas Wasin di Kantor BPKP, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (14/6).

Seharusnya, kata Jokowi, anggaran stunting sebesar Rp10 miliar, sebagian besar atau minimal 80% digunakan untuk membeli makanan bergizi seperti telur, daging, ikan, sayuran untuk anak-anak agar bisa menurunkan angka stunting.

Baca Juga: Jakarta Fair 2023 Resmi Dibuka Jokowi, Ini Harga Tiketnya

Jokowi kembali menegur sejumlah pemda terkait tak optimalnya penggunaan anggaran di sektor pengembangan UMKM. Ia menemukan penganggaran pengembangan UMKM senilai Rp 2,5 miliar, namun mayoritas anggarannya digunakan untuk honor karyawan dan perjalanan dinas.

Sebanyak Rp 1,9 miliar  digunakan untuk honor dan perjalanan dinas. Sedangkan sisanya, Rp600 juta pun masih banyak sekali penggunaannya yang menurut Jokowi tidak efektif.

"Ke situ-situ terus saja, itu nanti sisanya yang Rp 600 juta itu nanti juga masih muter-muter aja, pemberdayaan, pengembangan, istilah yang absurd ndak konkret," ujar Jokowi.

Jokowi menekankan ke sejumlah pemda untuk anggaran pengembangan UMKM digunakan lebih jelas dan konkret untuk UMKM. misalnya pengadaan mesin produksi, biaya marketing, ataupun pameran.

Baca Juga: Jokowi Tak Persoalkan Usulan Prabowo soal Resolusi Konflik Rusia-Ukraina

"Langsung aja lah, itu modal kerja untuk beli mesin produksi, untuk marketing, kalau pengembangan UMKM ya mestinya itu, untuk pameran, jelas,"ujarnya.

Jokowi kembali membeberkan ada pembangunan balai penyuluhan pertanian dianggarkan Rp 1 miliar. Setelah dicek, 80% anggarannya digunakan untuk honor, perjalanan dinas, dan rapat lagi.

"Ini jelas, udah nggak bisa lagi kayak gini bapak ibu sekalian," pungkas Jokowi.