Ancaman Terorisme

Jelang Pemilu, BNPT: Waspada Terorisme

Jelang Pemilu 2024, BNPT meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap ancaman terorisme. Sebab, jaringan terorisme bisa masuk lewat mana saja.

Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Irfan Idris saat mengisi workshop bertajuk "Malaysia and Indonesia in countering radicalism, violent extremism, and terrorism narratives through digital media" di Sunan Hotel Solo, Rabu, (27/09). Foto: apahabar.com/Fernando

apahabar.com, SOLO - Jelang Pemilu 2024, BNPT meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap ancaman terorisme. Sebab, jaringan terorisme bisa masuk lewat mana saja tanpa simbol.

Hal ini dikatakan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Prof Irfan Idris. Menurut dia, teroris saat ini sudah tidak menggunakan simbol khusus, melainkan bisa mauk ke semua lini.

"Teroris juga sudah tidak menggunakan simbol-simbol, sudah bergeser," kata Irfan di Sunan Hotel Solo, Rabu, (27/9).

Irfan kemudian mencontohkan kejadian Bom Bali. Saat itu terdapat sebuah simbol yang sangat menyudutkan pemahaman keagamaan.

"Padahal tidak ada kaitannya agama dengan teroris. Hanya ada orang beragama yang menyalahgunakan," ujar dia.

Baca Juga: Poso Hingga Bima Rawan Terorisme, BNPT: Tiap Wilayah Perlu Pengawasan

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Kementerian BUMN Gagal Tangkal Terorisme

Irfan juga memberi contoh terorisme tanpa simbol. Yakni penembakan di salah satu masjid Selandia Baru beberapa tahun lalu yang menyebabkan puluhan korban meninggal dunia.

"Dikira itu orang yang melakukan aksi teror ada agamanya. Justru itu tidak ada agamanya," paparnya.

Karenanya, Irfan mengaku BNPT selalu mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan menghindari narasi- narasi yang provokatif jelang Pemilu 2024. Karena bisa merusak kebersamaan dan keutuhan berbangsa.

"Saya mengajak masyarakat untuk membanjiri media sosial dengan narasi-narasi yang membumi," imbuh Irfan.