Jelang Lebaran, Food Station Prediksi Komoditi Beras dan Gabah Terkendali

Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo memperkirakan bahwa menjelang lebaran 1444 Hijriah, nantinya sejumlah komoditi pangan khususnya Gabah akan dapat t

(Tengah) Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo usai Mengikuti Pelepasan Kendaraan Pasar Murah Dalam Rangka Hari Besar Keagamaan (HBKN) (Dok Juned Rodo)

apahabar.com, JAKARTA - Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo memprediksi bahwa komoditi pangan khususnya gabah dapat dikendalikan menjelang Lebaran 1444 Hijriah. 

Hal itu dijelaskan Pamrihadi dengan melihat kondisi terkini pergerakan pasar komoditi gabah yang mulai terkendali pasca penetapan harga gabah kering panen.

"Maka di perkirakan nanti akan ada masuk panen-panen di bulan Maret akhir dan April sehingga harga gabah akan terkendali, beras juga akan terkendali, stok juga akan full (penuh)," jelas Pamrihadi usai Pelepasan Kendaraan Pasar Murah dalam Rangka Hari Besar Keagamaan (HBKN), di Pasar Induk Beras, Cipinang Jakarta Timur (17/3).

Baca Juga: Stabilkan Harga Komoditas Pangan, Gubernur Jatim Sidak Operasi Pasar

Pamrihadi membeberkan bahwa kondisi pangan untuk komoditas beras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah mengalami penurunan.

Dengan adanya penurunan itu diperkiraan ketersediaan beras cadangan akan turut berlimpah.

"Komoditi beras di Jakarta saat ini mengalami penurunan. Untuk harga beras dibandingkan dengan 3 minggu yang lalu terjadi penurunan kurang lebih 1 hingga 1,5 persen," tuturnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemprov DKI Gelar Pasar Murah di Jakarta

Untuk harga beras kualitas medium senilai Rp10.100 dengan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp 0.900. Pamrihadi menuturkan bahwa kondisi beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur masih di bawah HET.

"Sehingga di pasar turunan bisa mencapai Rp10.400-10.500. Premium ditentukan Rp13.900 tadi Koh Ayung (salah satu pedagang) kita tanya, menjual beras premium dengan harga Rp12.100, jadi masih jauh di bawah HET," ujarnya.

"Saat ini stock di pasar induk beras cipinang ada kurleb 19.000 hingga 20.000 ton. Dalam waktu dekat akan ada masuk lagi," lanjut Pamrihadi.

Dengan adanya sejumlah faktor tersebut, Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo optimis bahwa ketersediaan pangan jenis komoditi beras dan Gabah akan mencapai hingga 30.000 ton.

"Sehingga harga tersebut akan terkendali dan harga beras juga akan terkendali. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu dua minggu kedepan mencapai 30.000 ton," pungkasnya.