Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemprov Kalsel Intensifkan Pasar Murah

Pemprov Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha dengan menggelar pasar murah di 13 kabupaten/kota.

Pemprov Kalsel mengikuti rakor inflasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Biro Adpim

bakabar.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi menjelang Iduladha 1447 Hijriah dengan menggelar pasar murah di 13 kabupaten/kota.

Langkah tersebut disampaikan dalam Rakor Pengendalian Inflasi yang diikuti secara daring dari Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (18/5).

Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Adilla Redhayanti, menjelaskan pasar murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah potensi kenaikan harga jelang hari besar keagamaan.

"Komoditas yang dijual seperti MinyaKita, gula, tepung dan teh dengan harga distributor tanpa tambahan keuntungan," papar Adilla.

Sementara Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel, Idris, menyebut inflasi Kalsel April 2026 secara year-on-year berada di angka 3,67 persen dan mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.

Berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait mulai menunjukkan hasil positif.

Namun masyarakat tetap diimbau berbelanja sesuai kebutuhan agar gejolak harga menjelang Iduladha dapat ditekan.

Adapu Rakor Pengendalian Inflasi tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyampaikan inflasi nasional per April 2026 berada di angka 2,26 persen dan dinilai masih terkendali.