Jelang Final Piala Dunia 2026, Fakta Menarik Argentina Versus Spanyol

Final Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan menyita perhatian publik sepak bola. Terlebih final mempertemukan Argentina dan Spanyol yang sama-sama punya sejarah pan

Final Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan menyita perhatian publik sepak bola. Terlebih final mempertemukan Argentina dan Spanyol yang sama-sama punya sejarah panjang, tradisi juara, dan kualitas skuat merata. Foto: Gemini AI

bakabar.com, JAKARTA - Final Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan menyita perhatian publik sepak bola. Terlebih final mempertemukan Argentina dan Spanyol yang sama-sama punya sejarah panjang, tradisi juara, dan kualitas skuat merata.

Final dijadwalkan berlangsung, Senin (20/7) mulai pukul 03.00 Wita. Pertandingan ini dilangsungkan di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.

Argentina yang datang dengan status juara bertahan, melangkah ke final setelah mengalahkan Inggris 2-1. Sedangkan Spanyol kembali ke partai puncak, seusai menyingkirkan Prancis 2-0.

Berikut sederet fakta menarik menjelang pertemuan kedua raksasa sepak bola dunia tersebut:

1. Final Perdana

Salah satu fakta paling menarik adalah Argentina dan Spanyol belum pernah bertemu di final Piala Dunia, kendati sama-sama memiliki sejarah panjang di turnamen internasional.

Kondisi tersebut membuat final Piala Dunia 2026 terasa spesial. karena menghadirkan babak baru dalam rivalitas dua negara besar. Terlebih Spanyol merupakan juara Euro 2024 dan Argentina menjuarai Copa America 2024.

Adapun Argentina berkesempatan untuk mempertahankan mahkota juara dunia. Sementara Spanyol berusaha menambah koleksi trofi mereka, setelah terakhir kali menjuarai Piala Dunia 2010.

2. Sejarah Pertemuan

Walaupun jarang bertemu di turnamen resmi, Argentina dan Spanyol memiliki sejumlah catatan pertemuan menarik di pertandingan internasional.

Mereka tercatat bertemu sebanyak 14 kali di semua level dengan rekor seimbang, karena masing-masing mencatatkan 6 kemenangan dan 2 imbang.

Sedangkan satu-satunya bentrokan di Piala Dunia terjadi di fase grup edisi 1966 yang dimenangi Argentina dengan skor 2-1. Sedangkan pertemuan terakhir terjadi Maret 2018 di di partai persahabatan, ketika Spanyol menang telak 6-1.

3. Filosofi Berbeda

Salah satu daya tarik terbesar final Piala Dunia 2026 adalah benturan dua filosofi sepak bola yang berbeda. Argentina dikenal mengutamakan efektivitas.

Albiceleste bisa bertahan dengan disiplin, lalu melancarkan serangan balik cepat. Kreativitas lini tengah dan ketajaman penyelesaian akhir menjadi kekuatan utama.

Sedangkan Spanyol identik dengan penguasaan bola, umpan-umpan pendek dan pressing tinggi. Filosofi permainan kolektif yang dibangun sejak lebih dari satu dekade ini tetap menjadi identitas utama.

Spanyol tercatat melakukan 598 operan atau tertinggi dibanding kontestan lain di Piala Dunia 2026. Sedangkan Argentina cuma membuat 412 operan.

La Furia Roja akan selalu berusaha mengontrol ritme pertandingan sejak menit awal dan memaksa lawan bermain sesuai tempo mereka.

4. Peluang Argentina

Status Argentina sebagai juara bertahan tentu memberi kepercayaan diri besar, tetapi sekaligus menghadirkan tekanan yang tidak kecil.

Andai berhasil mengalahkan Spanyol, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil di Piala Dunia 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia.

Keberhasilan kembali mencapai final juga membuktikan bahwa Argentina masih menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Mereka bukan hanya nehata dengan tradisi besar, tetapi juga mampu menjaga konsistensi di level tertinggi.

5. Spanyol Mengincar Gelar Kedua

Sama dengan Argentina, Spanyol juga memiliki besar untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Terlebih setelah Piala Dunia 2010, penampilan La Furia Roja sempat menurun.

Mereka tersisih di fase grup Piala Dunia 2014, karena kalah bersaing dengan Chile dan Belanda yang berhasil lolos ke babak 16 besar.

Sementara di Piala Dinia 2014 dan 2018, Spanyol tidak berhasil bangkit. Mereka terhenti di babak 16 besar, setelah masing-masing disingkirkan Rusia dan Maroko.

6. Pertemuan Generasi Berpengalaman

Final Piala Dunia 2026 juga mempertemukan dua generasi yang sama-sama kuat. Argentina masih diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang sudah terbiasa tampil di pertandingan besar, termasuk Lionel Messi.

Sedangkan Spanyol mengandalkan kombinasi pemain senior dan generasi muda berbakat seperti Lamine Yamal, Pedro González López alias Pedri, Pau Cubarsi dan Nico Williams.

Perpaduan pengalaman dan semangat muda diperkirakan akan menghasilkan pertandingan dengan tempo tinggi. Argentina punya ketenangan, sementara Spanyol berani untuk terus menekan.

7. Duel Lini Tengah

Dalam banyak analisis, pemenang final kemungkinan besar ditentukan dari kemampuan menguasai lini tengah. Area ini menjadi pusat kendali permainan, tempat transisi dari bertahan ke menyerang, sekaligus ruang memutus alur serangan lawan.

Argentina memiliki gelandang kreatif seperti Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister yang mampu menjaga keseimbangan. Mereka bisa membantu bertahan, tetapi juga cepat mengalirkan bola ke depan.

Sementara Spanyol mengandalkan Rodrigo Hernández, Pedri, dan Fabián Ruiz yang juga punya kemampuan menjaga penguasaan bola dan mengatur ritme permainan.

8. Rekor Performa

Perjalanan Argentina dan Spanyol menuju final terbilang konsisten. Argentina mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan menunjukkan mental kuat saat menghadapi lawan-lawan berat di fase gugur.

Mereka total mencetak 19 gol dan 9 di antaranya tercipta di babak kedua. Lebih jauh lagi, 12 gol dicatatkan antara menit 75 hingga babak perpanjangan waktu.

Ketajaman Argentina didukung pemerataan distribusi bola dan peran individu yang menonjol. Selain Lionel Messi yang telah mencetak 8 gol, produktivitas serangan bergantung kepada kreativitas lini tengah dan sayap yang melahirkan total 113 percobaan.

Di sisi lain, Spanyol termasuk kontestan produktif dengan catatan total 13 gol. Mereka hanya sekali gagal mencetak gol ketika bermain imbang melawan Tanjung Verde di fase grup.

Dari total yang gol yang dihasilkan, 3 di antaranya dicetak antara menit 16 hingga 30. Kemudian 2 gol lagi dicetak antara menit 76 hingga 90.

Uniknya Spanyol memiliki pertahanan terbaik sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka hanya kebobolan 1 gol tatkala ketika menghadapi Belgia di perempat final.

9. Peluang Juara

Menentukan favorit juara bukan perkara mudah. Namun Argentina memiliki mental juara, pengalaman bermain di pertandingan besar, efektivitas serangan, dan kualitas individu yang mampu mengubah pertandingan.

Sedangkan Spanyol juga tidak kecil di hadapan Argentina, karena mampu mendominasi penguasaan bola dengan baik, permainan kolektif yang rapi dan disiplin taktik.