bakabar.com, BANJARMASIN - Penurunan dan keretakan badan Jalan Veteran Kilometer 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, telah diatensi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan.
Hasil pengamatan awal menunjukkan kerusakan bukan semata-mata terjadi di lapisan aspal.
Penyebab utama diduga berasal dari gerusan tebing sungai yang terus mengikis tanah di bawah badan jalan, sehingga daya dukung konstruksi menurun dan memicu ambles, hingga retakan memanjang.
Sebagai langkah pertama, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel telah memasang rambu peringatan dan perangkat pengaman lalu lintas di lokasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.
Dalam waktu bersamaan, tim teknis bersama konsultan diterjunkan untuk melakukan investigasi lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan menentukan metode penanganan yang paling tepat.
"Penanganan awal akan dilakukan dengan membongkar bagian jalan yang mengalami kerusakan. Kemudian dipasang cerucuk dan geotekstil, sebelum dilakukan penghamparan kembali. Setelah kondisi tanah dinyatakan stabil, baru dilakukan pengaspalan," jelas Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, Rabu (15/7).
Metode perbaikan yang disiapkan meliputi pengupasan lapisan perkerasan, pemasangan pancang galam sebagai penahan galian, penggalian hingga kedalaman sekitar 2,5 meter sesuai kondisi dasar sungai, pemasangan geotekstil secara bertahap, hingga pengisian batu pecah sebagai penguat struktur.
Proses tersebut dilakukan bertahap agar pergerakan tanah dapat terus dipantau, sebelum jalan kembali dibuka sepenuhnya. Diperkirakan pekerjaan membutuhkan waktu tiga minggu hingga satu bulan.
"Kami juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas untuk mempertimbangkan penutupan sementara ruas jalan selama proses perbaikan berlangsung," tukas Yasin.
Meski demikian, masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif, sehingga dampak terhadap mobilitas diharapkan tidak terlalu besar.
Perbaikan Jalan Veteran sendiri bukan pekerjaan sederhana, karena nerlokasi di pinggir sungai dan permukiman padat dengan ruang kerja terbatas. Sementara ruas ini merupakan jalur utama penghubung ke Sungai Lulut yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
Kondisi tersebut membuat mobilisasi alat berat, penyimpanan material, hingga pelaksanaan pekerjaan konstruksi menjadi lebih sulit dibandingkan proyek jalan umumnya.
"Penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara seperti overlay perkerasan maupun perbaikan lapis pondasi agregat. Namun langkah ini belum menyentuh akar persoalan, karena gerusan tebing sungai masih terus terjadi," ungkap Yasin.
Untuk jangka panjang, Dinas PUPR menilai diperlukan pembangunan struktur pengaman tepi sungai, seperti dinding penahan tanah atau pile slab, agar badan jalan tidak lagi kehilangan daya dukung akibat erosi.
Sebelum proyek permanen dilaksanakan, pemerintah akan melakukan investigasi teknis secara menyeluruh melalui survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan menggunakan test pit, core drill, Dynamic Cone Penetrometer (DCP), hingga penyelidikan kondisi tanah dasar apabila diperlukan.
Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan metode konstruksi yang paling efektif, sehingga kerusakan Jalan Veteran di Sungai Lulut tidak terus berulang.