Pemilu 2024

Isu Gibran Cawapres Prabowo, SMRC: Basa-basi Politik!

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai pujian Prabowo Subianto terhadap Gibran Rakabuming Raka

Prabowo dan Gibran duduk satu mobil usai menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional di UNS, Kamis, (10/08). Foto: apahabar.com/Fernando

apahabar.com, JAKARTA - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai pujian Prabowo Subianto terhadap Gibran Rakabuming Raka hanya sebatas gimmick dan basa-basi politik. 

Sebab predikat tokoh yang patut diperhitungkan disematkan Prabowo kepada anak Presiden Jokowi yang berpeluang masuk bursa calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.

"Hanya gimmick politik," kata Saidiman kepada apahabar.com, Jumat (11/8). 

Baca Juga: Prabowo Soal Usia Gibran Belum Cukup untuk Cawapres: Tidak Penting!

Saidiman menambahkan bahwa upaya Prabowo mewangikan figur Gibran sebagai langkah taktis untuk menarik pemilih Jokowi secara elektoral. 

Terlebih dalam dua Pemilu terakhir, Prabowo menjadi lawan Jokowi sehingga perlu pendekatan taktis untuk memutar haluan para pendukung Jokowi di Pilpres 2024.

“Termasuk perkataan Prabowo soal Gibran, itu upaya untuk menarik massa," ujarnya. 

Baca Juga: Soal Gibran Jadi Cawapres, Prabowo: Patut Diperhitungkan

Menurut dia, Prabowo sedang melakukan langkah-langkah untuk mengerek elektabilitas di muka publik. Salah satunya mendekatkan diri kepada Jokowi melalui pendekatan kepada pendukung, relawan, hingga anak Jokowi.

“Dan langkah ini cukup berhasil, suara Prabowo memang naik,” jelasnya. 

Saidiman juga mengatakan bahwa peluang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2024 sangat kecil.

Sebab terbentur tantangan yang besar. Terutama keanggotaan partai Gibran yang berstatus kader PDI Perjuangan yang telah memiliki jagoan untuk bertarung dalam gelaran Pilpres 2024, Ganjar Pranowo. 

“Agak sulit membayangkan PDI-P punya 2 calon,” sebut dia. 

Baca Juga: Muncul Wacana Pasangan Gibas Pilihan Milenial, Gibran: Ngasal!

Kendati demikian jika realitas politik mengarahkan Gibran untuk tetap mencalonkan diri sebagai cawapres, maka keluarga Jokowi akan dihantui sanksi etik PDI Perjuangan yang mengharuskan anggota keluarga terhimpun dalam satu partai. 

“Karena tidak etis juga. Jadi peluang Gibran mungkin ada tapi kecil,” pungkasnya.