Berita Barito Kuala

Isi Kajian Bakda Subuh di Anjir Pasar Batola, UAS Bicara Keistimewaan Akhlak Rasulullah

Dalam rangkaian safari dakwah di Kalimantan, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi kajian bakda subuh di Masjid Daarul Ihsan, Kecamatan Anjir Pasar, Barito Kuala

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan tausiah di Masjid Daarul Ihsan, Desa Andaman II, Kecamatan Anjir Pasar, Sabtu (16/9) pagi. Foto: Dokpim Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Dalam rangkaian safari dakwah di Kalimantan Selatan, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi kajian bakda subuh di Masjid Daarul Ihsan, Kecamatan Anjir Pasar, Barito Kuala (Batola), Sabtu (16/9).

Kehadiran pendakwah yang dikenal dengan kelugasan dalam memberikan penjelasan tersebut, disambut antusias ribuan warga Anjir dan sekitarnya, termasuk dari Kapuas.

Bahkan warga sudah mulai berdatangan sejak pukul 03.30 Wita. Sebelum mendengarkan tausiah, mereka menunaikan salat subuh di dalam ruang induk dan halaman masjid.

UAS yang datang mengenakan kopiah hitam, kemeja hitam, sarung hitam dan syal bermotif, lebih dulu menjadi imam salat subuh.

Juga berhadir Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, Bupati Barito Utara yang sekaligus penasehat Sahabat Ustaz Abdul Somad Kalimantan, H Nadalsyah, serta tokoh agama maupun masyarakat setempat.

Di antara jemaah, terlihat H Eddy Sukarma yang merupakan mantan bupati Batola periode 2002-2007. Juga wakil bupati Batola periode 2017-2022 H Rahmadian Noor.

"Saya tak menyangka mendapat rahmat bisa bersama-sama UAS, karena biasanya memandang beliau lewat televisi. Bangga bisa bersama-sama mendengarkan langsung tausiah beliau," ungkap Mujiyat.

"Mudahan UAS juga selalu disehatkan dalam rangkaian safari dakwah di Kalimantan. Barangkali nanti bisa menyinggahi IKN di Kalimantan Timur," imbuhnya.

Selama sekitar 60 menit seusai salat subuh, Ustaz Abdul Somad memberikan tausiah tentang sederet akhlak Nabi Muhammad SAW.

"Sebenarnya mustahil menyampaikan akhlak Rasulullah hanya selama 60 menit. Bahkan Allah pun memuji Rasullullah bukan saja karena ketaatan beribadah, tetapi lantaran akhlak yang luar biasa," ungkap UAS.

Ribuan jemaah memadati ruang induk dan halaman Masjid Daarul Ihsan di Desa Andaman II, Kecamatan Anjir Pasar, untuk mendengarkan tausiah Ustaz Abdul Somad. Foto: UAS Official

UAS lantas menerangkan etika, moral dan akhlak memiliki etimologi yang mirip. Etika adalah sopan santun, tata krama maupun budi bahasa yang disusun manusia untuk komunitas tertentu dan terbatas waktu.

"Sedangkan akhlak bukan kesepakatan manusia, tidak terbatas dan bukan untuk komunitas, tetapi datang dari Allah," jelas UAS.

Salah satu riwayat tentang akhlak Rasulullah adalah ketika disambut warga Thaif dengan lemparan benda-benda keras dan cercaan warga.

Akibatnya Rasulullah mengalami luka-luka hingga mengeluarkan darah. Meski ditawarkan Jibril untuk menghancurkan mereka yang menganiaya, Rasulullah menolak dan malah berdoa agar anak cucu Thaif menjadi orang saleh.

Kemudian Rasulullah juga pernah dijamu makan oleh orang Yahudi. Namun makanan yang kemudian disajikan telah ditaburi racun.

Makanan ini sempat termakan oleh Rasulullah, tetapi langsung dimuntahkan karena diberitahu Jibril. Pun Rasulullah tak menuntut orang ini, tetapi lebih memilih memaafkan.

Kemudian beberapa hari sebelum meninggal, Rasulullah berbicara di depan para sahabat, sekaligus meminta maaf kepada orang yang tersakiti dengan perbuatan atau perkataan tanpa sengaja.

Nabi juga menyerahkan diri agar orang tersebut melakukan pembalasan yang setimpal. Namun tak seorang pun sahabat angkat bicara dan mereka hanya bisa tertunduk.

"Suatu ketika dalam perjalanan, Rasulullah juga pernah marah karena seorang sahabat yang membakar sarang semut yang tidak mengganggu. Rasulullah menegaskan perbuatan ini tak pantas dilakukan manusia," papar UAS.

"Artinya keimanan paling sempurna adalah orang yang memiliki akhlak baik kepada Allah, sesama manusia dan makhluk hidup lain," pungkasnya.