bakabar.com, BANJARBARU - Kinerja pembangunan Banjarbaru menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah indikator makro daerah mencatat capaian yang relatif tinggi, bahkan menempatkan Banjarbaru sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Banjarbaru, Rahmah Khairita, menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan strategis di daerah tersebut menunjukkan performa yang stabil dan kompetitif dibanding kabupaten/kota lain di provinsi tersebut.
Selain IPM, pertumbuhan ekonomi Banjarbaru juga disebut menjadi yang tertinggi di antara daerah lain di Kalimantan Selatan.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan efektivitas kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
"Beberapa capaian indikator makro kita semuanya menunjukkan hasil yang baik, termasuk angka harapan hidup dan indikator sosial lainnya," jelas Rahmah.
Berbagai program yang menjadi bagian dari visi dan misi pembangunan Banjarbaru dengan konsep Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) telah berjalan sesuai rencana dan sebagian besar indikator telah mencapai target yang ditetapkan.
Misi pertama mewujudkan infrastruktur berkualitas dan lingkungan hidup berkelanjutan, ditandai capaian indikator yang hampir sempurna.
Mulai dari indeks infrastruktur tercatat mencapai 78,09 atau setara 99,65 persen dari target, rasio konektivitas mencapai 100 persen, dan indeks kualitas lingkungan hidup mencapai nilai 70,47 atau 100 persen dari target. Secara keseluruhan rata-rata capaian misi ini mencapai 99,88 persen.
Sementara misi pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing, juga ditandai indikator positif sektor pendidikan dan kesehatan.
Sebut saja rata-rata lama sekolah mencapai 11,07 tahun, angka harapan lama sekolah 14,87 tahun, dan usia harapan hidup 75,44 tahun yang seluruhnya mendekati target.
Namun tantangan masih terlihat dari indikator penurunan stunting yang baru mencapai 74,68 persen dari target. Rata-rata capaian misi ini tercatat 89,44 persen.
Sedangkan misi tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan inovatif, ditunjukkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebesar 98,43 persen, indeks pengelolaan keuangan daerah 100 persen, dan indeks inovasi daerah juga tercatat memenuhi target. Rata-rata capaian misi tata kelola pemerintahan ini mencapai 96,23 persen.
Adapun pencapaian misi transformasi ekonomi yang menyejahterakan masyarakat, juga mencapai target. Dimuali dari realisasi investasi daerah, rasio kewirausahaan daerah dan tingkat pengangguran terbuka 4,75 persen.
Meski sebagian besar indikator menunjukkan capaian tinggi, Pemkot Banjarbaru tetap menyoroti beberapa sektor yang masih memerlukan perhatian lanjutan, terutama penanganan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan capaian indikator yang dominan berada di atas target, Pemko Banjarbaru optimistis dapat mempertahankan tren pembangunan positif sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat regional dalam beberapa tahun kedepan.