Inflasi

Inflasi Balikpapan 0,44 Persen, Cabai dan Beras jadi Pemicunya

inflasi pada bulan laporan disebabkan oleh kenaikan harga cabai rawit seiring dengan berkurangnya pasokan di tengah cuaca yang tidak menentu. 

Cabai jadi komoditi yang turut memicu inflasi di Kota Balikpapan. (apahabar.com/ Arif Fadillah)

apahabar.com, BALIKPAPAN - Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,44 persen month to month (mtm). Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan. 

Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Oktober 2023 yang tercatat sebesar 0,13 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Balikpapan mencapai 3,40 persen year on year (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 2,86 persen yoy dan inflasi gabungan dua kota di Kalimantan Timur yang mencapai 3,30 persen yoy. 

Baca Juga: Khofifah: Produksi Padi Jatim 2023 Terbesar Se-Indonesia

Baca Juga: INDEF Ragukan Pola Kemitraan Dapat Menarik Investor Asing

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bambang Setyo Pambudi menjelaskan bahwa inflasi pada bulan laporan disebabkan oleh kenaikan harga cabai rawit seiring dengan berkurangnya pasokan di tengah cuaca yang tidak menentu. 

"Selanjutnya, inflasi di Kota Balikpapan turut disumbang oleh tarif angkutan udara yang bersumber dari tingginya permintaan masyarakat serta kenaikan harga avtur," kata Bambang, Rabu (6/12).

Baca Juga: Boikot Produk Pro-Israel, Peluang atau Blunder buat Produk Lokal?

Baca Juga: Kawasaki Ninja 250 FI Bekas Masih Keren dan Sporty, Harga Sudah Murah

Selain itu, laju inflasi turut didorong oleh komoditas beras meskipun tekanan inflasi beras menunjukkan perlemahan seiring dengan meningkatnya pasokan.

Juga pelaksanaan program bantuan sosial beras tahap II yang dilaksanakan sejak September 2023. Selain itu, inflasi pada bulan November 2023 turut disumbang oleh bayam dan kopi bubuk.

Di sisi lain, laju inflasi pada bulan November 2023 tertahan oleh beberapa komoditas diantaranya adalah komoditas kacang panjang, pir, minyak goreng, dan ikan layang/ikan benggol serta bensin.

Bambang mengidentifikasi beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, seperti masuknya periode Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Segarnya Es Badeg, Minuman Tradisional dari Bunga Kelapa

Baca Juga: Upaya Jaga Inflasi, Aplikasi Dedikasi Baiman Disperdagin Banjarmasin Diluncurkan

"Tingginya permintaan untuk berbagai komoditas pangan, jasa dan okupansi akomodasi di Kota Balikpapan yang ditengah 2 (dua) Program Srategis Nasional yaitu RDMP Pertamina Balikpapan dan Pembangunan IKN," jelas Bambang.

"Potensi penurunan produksi pangan di daerah sentra penghasil seiring dengan cuaca yang tidak menentu," tambahnya. 

Untuk mengatasi inflasi, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Langkah-langkah yang diambil meliputi penanaman sayuran hidroponik, hingga pelaksanaan bazar murah TPID dan koordinasi program pengendalian inflasi yang terangkum dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).