Harga Plastik di Banjarmasin Melonjak Hingga 60 Persen, Pedagang Tertekan

Harga plastik di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

oleh Baha
Harga plastik di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Foto: baha

bakabar.com, BANJARMASIN – Harga plastik di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan yang mencapai 40 hingga hampir 60 persen ini mulai menekan pedagang pasar hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan tersebut.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengungkapkan bahwa hampir semua jenis plastik mengalami lonjakan harga. Bahkan, tren kenaikan masih terus berlangsung tanpa kepastian.

Pemilik toko plastik, Chitra Suryapandi atau Koh Aci, mengatakan harga plastik saat ini sangat tidak stabil. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah.

“Harganya tidak menentu, bergejolak lah istilahnya. Harganya tidak stabil, naik tidak ada turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terpaksa menyesuaikan stok karena kondisi pasar yang tidak menentu. Penjualan pun ikut terdampak.

“Penjualan sepi. Pedagang kecil yang biasanya mengambil tiga, sekarang hanya satu. Kalau habis, baru ambil lagi,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan pemilik toko lainnya, Sukarno. Ia menyebut kenaikan terjadi hampir pada semua ukuran plastik.

Menurutnya, plastik ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp3.000 kini naik menjadi Rp5.000 hingga Rp6.000 per pak. Plastik ukuran sedang juga mengalami kenaikan dari Rp4.000–Rp5.000 menjadi Rp8.000 per pak.

Sementara itu, plastik ukuran besar tipis kini dijual Rp17.500 hingga Rp18.000 per pak, dari sebelumnya sekitar Rp11.000. Padahal, jenis ini cukup diminati oleh ibu rumah tangga.

Kenaikan harga tersebut dinilai memberatkan, baik bagi pedagang maupun konsumen. Sukarno mengungkapkan, lonjakan harga turut berdampak pada penurunan jumlah pembelian.

“Banyak masyarakat yang tidak jadi membeli karena mendengar harga plastik yang terlalu mahal,” pungkasnya.