GOW dan Dispusip Datangi TK di Bajuin, Bawa Buku dan Kampanye Kurangi Gawai

Puluhan buku cerita dibawa ke TK Mutiara di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Rabu (17/6/2026).

GOW dan Dispusip Datangi TK di Bajuin, Bawa Buku dan Kampanye Kurangi Gawai

bakabar.com, BAJUIN - Puluhan buku cerita dibawa ke TK Mutiara di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Rabu (17/6/2026).

Bantuan itu menjadi bagian dari upaya Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanah Laut bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.

Tak sekadar menyerahkan buku, rombongan juga mengajak anak-anak mengikuti sesi mendongeng dan membaca bersama. Suasana berlangsung hidup, dengan para siswa terlihat antusias menyimak cerita dan terlibat dalam berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

Ketua GOW Tanah Laut, Hj Wiwi Zazuli, mengatakan buku cerita dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya membaca kepada anak-anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

“Dengan adanya buku-buku cerita diharapkan anak-anak mulai tertarik dengan buku dan bisa mengurangi waktu bermain HP. Orang tua juga diharapkan dapat mendampingi anak saat menggunakan HP,” katanya.

Menurut Wiwi, pembiasaan membaca perlu dibarengi dengan penerapan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengajak orang tua dan pendidik membiasakan anak bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bersosialisasi, serta tidur lebih awal.

"Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak sehingga perlu mendapat perhatian bersama," tuturnya.

Sementara itu, Kepala TK Mutiara Desa Sungai Bakar, Nurul Waki'ah, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan GOW dan Dispusip kepada sekolahnya. Menurutnya, lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota membuat kunjungan dan bantuan tersebut memiliki arti tersendiri bagi para guru maupun peserta didik.

Melalui kegiatan itu, GOW dan Dispusip berharap budaya literasi semakin tumbuh di lingkungan pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui penyediaan bahan bacaan, tetapi juga lewat kegiatan yang menyenangkan seperti mendongeng dan membaca bersama.