Pemilu 2024

Gerindra: Syarat Batas Usia Capres Layak Sabet Rekor MURI

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menyebut pembatasan syarat usia capres-cawapres layak menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Habiburokhman. (Foto: apahabar.com/Aditama)

apahabar.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menyebut pembatasan syarat usia capres-cawapres layak menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Terlebih sejumlah gugatan uji materi UU nomor 7/2017 tentang Pemilu dilayangkan untuk mematok syarat usia 70 tahun.

"Kalau saya melihat mungkin layak dimasukkan di Museum Rekor Indonesia, sebagai kemungkinan satu-satunya gugatan yang petitumnya mengambil hak orang," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/8).

Baca Juga: MK Klaim Hakim Konstitusi Independen Ketuk Palu Batas Usia Capres

Ia menilai gugatan yang dilayangkan mencederai demokrasi lantaran menjegal hak konstitusi warga negara untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

"Kalau ini (pembatasan usia capres-cawapres) kan membatasi hak konstitusi orang itu, yang saya bilang bisa jadi ini gugatan pertama soal yang petitumnya secara prinsip ingin membatasi hak konstitusional orang. Nah itu lah makanya layak diajukan Museum Rekor Indonesia ya," jelasnya.

Sebelumnya Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Fajar Laksono mengeklaim hakim konstitusi bakal independen dalam mengetuk palu terkait gugatan UU nomor 7/2017 tentang batas usia capres-cawapres.

"MK diawasi oleh semua mata, sidang terbuka diikuti semua pihak, bahkan ini pihaknya banyak, saya kira independensi MK saat ini masih terus terjaga," kata Fajar, Selasa (22/8).

Baca Juga: Prabowo Soal Usia Gibran Belum Cukup untuk Cawapres: Tidak Penting!

Baca Juga: Batas Usia Minimal Capres-Cawapres, Ganjar: Kita Tunggu Keputusannya

Fajar mengaku perkara batas usia capres-cawapres yang diuji di MK serupa dengan gugatan lainnya, sehingga ia memastikan independensi hakim konstitusi bakal terjaga.

"Saya tidak melihat ada tanda-tanda independensi terganggu, intervensi, dan seterusnya. Semuanya berjalan on the track," ujarnya.