Gerakan Pasar Murah Pemprov Kalsel Demi Hadapi Lonjakan Harga Jelang Idulfitri

Pemprov Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Senin (16/3).

pasar murah di Banjarbaru. Foto: bakabar.com/Hasan

bakabar.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Senin (16/3).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Dijelaskan Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, GPM merupakan salah satu upaya pemerintah daerah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah peningkatan kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Syarifuddin juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk instansi pemerintah dan lembaga yang memberikan dukungan.

Instansi yang terlibat dalam pasar murah antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, termasuk Bank Kalsel dan Bank Indonesia.

Dalam gerakan pasar murah juga dibagikan sejumlah paket sembako gratis. Pemprov Kalsel juga menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Sebelumnya inflasi daerah sempat meningkat, karena beberapa komoditas seperti emas dan listrik yang masuk dalam indikator perhitungan inflasi mengalami lonjakan.

"Kebetulan inflasi Kalsel lumayan tinggi, karena emas dan listrik itu dimasukkan dalam kriteria inflasi. Namun kondisi ini mulai berangsur stabil," papar Syarifuddin.

Adapun Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, menyebut sejumlah komoditas dijual dengan potongan harga hingga 50 persen.

Misalnya ikan patin yang dijual Rp10 ribu per kilogram dari Rp30 ribu per kilogram di pasaran. Sedangkan telur yang biasanya sekitar Rp30 ribu per rak, dijual Rp15 ribu.

"Kami berikan diskon hingga 50 persen. Ini demi menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri," papar Rusdi.