bakabar.com, TANJUNG - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja wilayah tahun 2026.
Rapat kerja wiliyah (Rakerwil) ini diikuti 63 peserta dari Pimpina Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah (PD) LAZISMU dari 13 kabupaten kota se-Kalimantan Selatan.
Rakerwil tersebut dilaksanakan di Di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi di Komplek Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
Kegiatan yang di hadiri Direktur Utama LAZISMU Pimpinan Pusat Muhammdiyah, Ibnu Tsani, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel, Prof Ridhahani Fidzi, dan mitra kerja dari perbankan ini dilaksanakan tanggal 7 dan 8 Februari 2026.
Rakerwil dibuka Bupati HM Noor Rifani, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, Abu Bakar Sidiq, Sabtu (7/2/2026).
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kalsel, Erie Norahman, mengatakan, rakerwil ini merupakan tindak lanjut dari rakernas yang dilaksanan beberapa waktu lalu bertempat di Kota Banjarbaru.
"Di rakerwil ini kami akan menyusun untuk program di 2026 yang mana pedomannya telah dikelurkan oleh LASIZMU pusat," katanya.
Erie bilang yang akan dibahas dan disampaikan pada rakerwil ini di antaranya sosialisasi, strategi hasil dari rakernas.
"Rakerwil ini juga untuk menata kembali kelembagaan organisasi Muhammadiyah yang mana pedomannya telah keluarkan pusat," jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWM Kalsel, Prof Ridhahani Fidzi, berharap LAZISMU bisa meningkatkan penghimpunan dana infaq dan sedekah.
"Potensi zakat kita di Kalsel sebanyak 2,8 triliun, tetapi tidak semua sektor bisa digalang masif, ini agar dibahas bagaimana bisa mendapatkannya 2 atau 4 persen saja akan berdampak luar biasa bagi kontribusi kepada masyarakat," pesannya.
Terpisah, Dirut LAZISMU PP Muhammadiyah, Ibnu Tsani, memberikan apresiasi kepada LAZISMU Kalsel yang cepat menindaklanjuti hasil rakernas beberapa waktu lalu.
"Jadi di antara yang dibahas pada rakerwil ini apa dan berapa target perhimpunan dan penyaluran serta apa yang menjadi program prioritas LAZISMU Kalsel setelah diputuskan oleh rekernas," tegasnya.
Kata Ibnu, secara umum LAZISMU Kalsel ada progres, bukan hanya pada aspek penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga pada aspek kelembagaan.
"Kelembagaan di Kalsel sangat baik, ini dilihat suksesnya menjadi tuan rumah rakernas, pelaksanaannya paling meriah," terangnya.
Ibnu juga memuji kinerja PWM Kalsel yang sering melakukan interaksi dengannya, tidak hanya melalui WhatsApp tetapi juga datang langsung.
"Jadi beliau datang langsung ketika kami ada masalah, kami berdiskusi secara baik-baik tanpa ada konflik berlarut-larut. Beliau mendengarkan, mengakomodir dan mencatat, sehingga masalah itu selesai dengan kehadiran dan kebijakan Ketua PWM itu berdampak nyata dan efektif sehingga beberapa masalah bisa diselesaikan dengan cepat tanpa ada kegaduhan," bebernya.