Gelar Kegiatan Nasional, IMM Banjarmasin Bentuk Sistem Pengkaderan Muhammadiyah

Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional.

Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional. Foto: PC IMM Banjarmasin

apahabar.com, BANJARMASIN - Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarmasin menggelar kegiatan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Chalik Dahlan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Para kader IMM se-Indonesia sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Namun karena proses seleksi administrasi dan uji kelayakan, ada 17 orang yang berhasil lolos dalam proses tersebut. 5 di antaranya kader IMM di luar Banjarmasin.

Ketua panitia pelaksana, Immawati Salwa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk proses kaderisasi di tubuh instruktur guna untuk mewujudkan perkaderan yang berkemajuan.

“Sesuai dengan tema yang diambil yaitu Manifestasi Peran Instruktur Dalam Restorasi perkaderan berkemajuan,” ujarnya.

Ketua Umum PC IMM Banjarmasin, Muhammad Ariffin menyampaikan bahwa peranan instruktur sangatlah penting dalam proses regenerasi dan instruktur itu adalah jantung perkaderan.

“Instruktur sebagai harapan masa depan IMM karena baik atau buruknya regenerasi kader juga menjadi salah satu tanggung jawab instruktur,” ucapnya.

Sekretaris PDM Kota Banjarmasin menyampaikan sistem pengkaderan yang ada di Muhammadiyah.

Arah pengkaderan IMM bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik yang memadai sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman yang ber-akhlakul karimah dengan proyeksi sikap individual yang mandiri.

“Bertanggungjawab dan memiliki komitmen serta kompetisi perjuangan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sehingga terbentuknya kader militan,” tuturnya.

Asisten 1 Walikota Banjarmasin Machli Riyadijuga menyampaikan instruktur harapan merupakan masa depan IMM.

“Lahirnya kader-kader tangguh IMM tidak terlepas dari peranan instruktur sebagai laboratorium perkaderan,” pungkasnya.