FONI Tapin Gelar Coaching Clinic dan Latihan Gabungan se-Kalsel, Siapkan Atlet Menuju Porda 2027

FONI Kabupaten Tapin menggelar coaching clinic sekaligus latihan gabungan tingkat Provinsi Kalsel di Cafe Singgantung, Kawasan Siring Rantau Baru.

Coaching clinic dan latihan gabungan se-Kalimantan Selatan digelar FONI Kabupaten Tapin. Foto-untuk bakabar.com

bakabar.com, TAPIN - Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kabupaten Tapin menggelar coaching clinic sekaligus latihan gabungan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Cafe Singgantung, Kawasan Siring Rantau Baru, Minggu (10/05/2026).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 pegiat dari enam kabupaten/kota dan menjadi langkah awal pembinaan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027.

Gelaran tersebut dipimpin langsung oleh Pengurus FONI Provinsi Kalsel sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan teori hingga praktik lapangan. Antusiasme peserta tetap tinggi meski cuaca sempat diguyur hujan.

Ketua FONI Tapin, Mukriyani, menyampaikan bahwa latihan gabungan perdana ini diikuti oleh 41 peserta, terdiri dari atlet orienteering dan calon pegiat baru dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FONI Tapin yang baru dua bulan terbentuk.

“Khusus dari Kabupaten Tapin ada 17 orang calon pegiat yang mendaftarkan dirinya dalam kegiatan ini,” ujar Mukriyani. Para peserta lokal ini berasal dari komunitas Rantau Running Club (R2C) serta Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tapin yang diproyeksikan menjadi calon atlet profesional.

Menurut Mukriyani, kolaborasi dengan komunitas lari dan Pramuka dilakukan karena olahraga orienteering menuntut perpaduan antara kekuatan fisik dan keterampilan navigasi. “Karena Inorga ini basisnya fisik dan skill, maka dari itu kita menggandeng R2C dan Kwarcab Tapin untuk dicanangkan menjadi atlet,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus FONI Kalsel, Yermia Hengki Sihombing, menerangkan bahwa peserta mendapatkan pengenalan dasar olahraga orienteering, aturan resmi, serta penggunaan peralatan seperti kompas dan peta khusus. Dua kategori utama diperkenalkan dalam pelatihan, yakni Sprint Distance dan Maze (Labirin).

“Kami sangat mengapresiasi antusias peserta. Meski terkendala cuaca hujan, mereka tetap semangat mengikuti praktik kategori sprint,” ucap Yermia.

Ketua R2C Tapin, Zizi Efendi, juga menyambut baik kehadiran FONI di daerahnya. Menurutnya, perpaduan antara olahraga lari dan navigasi menjadi tantangan baru yang memicu minat anggota komunitas lari di Tapin.

“Karena basis kami lari, kami sangat tertarik jika dikombinasikan dengan navigasi. Membaca peta dan penggunaan alat memang menjadi sedikit kendala, namun secara umum kami sangat tertarik,” ungkap Zizi.