bakabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, mengusulkan transformasi Balai Diklat Industri Kayu dan Logam menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelatihan tenaga kerja sekaligus memperkuat daya saing industri di Kalimantan Selatan.
Firman mengatakan Balai Diklat Industri Kayu dan Logam yang berada di bawah Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan tenaga kerja terampil, khususnya di sektor industri kayu, logam, dan kriya.
"Skema BLUD akan membuat pengelolaan lebih fleksibel, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri," ujar Firman, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, perubahan status menjadi BLUD akan memberikan keleluasaan dalam pengelolaan layanan dan keuangan sehingga balai dapat lebih cepat menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain itu, status BLUD juga diyakini mampu memperluas kemitraan dengan sektor swasta, meningkatkan kualitas pelatihan berbasis kompetensi, serta mendorong lahirnya pusat inkubasi usaha bagi pelaku UMKM di Kalimantan Selatan.
Firman mengusulkan transformasi tersebut dilakukan secara bertahap. Pada 2027 hingga 2028, pemerintah daerah diharapkan memprioritaskan rehabilitasi gedung, modernisasi peralatan dan mesin pelatihan, serta peningkatan sarana pendukung melalui APBD.
Selanjutnya, pada 2029, Balai Diklat Industri Kayu dan Logam ditargetkan resmi beroperasi dengan status BLUD sehingga memiliki fleksibilitas pengelolaan yang lebih luas.
Ia menilai keberadaan BLUD nantinya tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga menjadi pusat inovasi, pengembangan produk kriya, inkubator usaha, hingga mitra strategis bagi UMKM dan pelaku industri.
Usulan tersebut, kata Firman, sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2025–2029, terutama pada penguatan daya saing industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi produk unggulan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Transformasi Balai Diklat Industri Kayu dan Logam menjadi BLUD pada 2029 merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri Kalimantan Selatan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan," pungkasnya.