bakabar.com, BANJARMASIN - Ketahanan pangan dinilai memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. Perputaran uang di dalam daerah harus diperkuat melalui keberpihakan pada produk lokal.
“Kita ingin uang berputar di daerah. Produk lokal dibeli pemerintah daerah, disimpan sebagai cadangan, lalu dimanfaatkan kembali untuk masyarakat. Ini akan menciptakan siklus ekonomi yang sehat,” ujar Firman Yusi.
Dalam forum Rakortek tersebut, ia berharap perencanaan pembangunan sektor perkebunan dan peternakan ke depan benar-benar mengedepankan penciptaan nilai tambah, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kemandirian dan keberpihakan. Hilirisasi serta pembangunan gudang pangan provinsi harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan,” tutupnya.