Evaluasi Ungkap Ketidaksesuaian Data, SPBUN Tabanio Siap Berbenah

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut bersama Tim Terpadu Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi.

Evaluasi Ungkap Ketidaksesuaian Data, SPBUN Tabanio Siap Berbenah. Foto: Humas

bakabar.com, PELAIHARI - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanah Laut bersama Tim Terpadu Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi menemukan ketidaksesuaian data dalam penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung.

Temuan itu disampaikan Kepala DKPP Tanah Laut, M. Kusri, usai rapat koordinasi hasil klarifikasi, verifikasi, dan pencermatan lapangan terkait penyaluran solar bersubsidi di Kantor DKPP Tanah Laut, Selasa (14/7/2026).

Kusri menegaskan, evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.

"Hasil klarifikasi menunjukkan ada ketidakcocokan antara data rekomendasi yang diterbitkan dengan data nelayan di Desa Tabanio," ujarnya.

Ia menjelaskan, secara administrasi jumlah penebusan solar sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan. Namun, setelah dicocokkan dengan data penerima, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian yang masih perlu ditelusuri.

Hasil temuan tersebut akan dikoordinasikan dengan PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait untuk mengetahui penyebabnya. Menurut Kusri, pemerintah daerah berwenang menerbitkan rekomendasi, melakukan pembinaan, pengawasan, serta klarifikasi dan verifikasi. Adapun pemberian sanksi kepada SPBUN menjadi kewenangan PT Pertamina Patra Niaga, sedangkan dugaan pelanggaran hukum ditangani aparat penegak hukum.

Ia menambahkan, hasil klarifikasi juga akan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Tanah Laut.

Sementara itu, pemilik SPBUN Desa Tabanio, Nurul Tasiah, menyatakan siap menindaklanjuti hasil evaluasi dengan membenahi sistem penyaluran solar bersubsidi.

Menurutnya, selama ini masyarakat yang masuk ke area SPBUN hanya mereka yang memiliki kepentingan untuk melakukan pengambilan BBM sesuai antrean.

"Ke depan tentu akan kami perbaiki agar lebih baik lagi. Sekarang juga sudah dibuat jadwal pengambilan supaya lebih tertib dan teratur," katanya.

Perwakilan nelayan Desa Tabunio, H. Asikin, berharap evaluasi tersebut dapat memperbaiki mekanisme distribusi solar bersubsidi sehingga penyalurannya semakin tertib dan tepat sasaran.