Pemilu 2024

Erick Thohir Terbebani Diproyeksikan jadi Cawapres Prabowo

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku terbebani lantaran diproyeksikan menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir mencoba kendaraan taktis Maung 4x4 di kompleks PT Pindad (Persero), Malang, Jawa Timur, Senin (24/7/2023). Presiden Jokowi berkunjung ke PT Pindad (Persero) untuk meninjau produksi alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus membahas besarnya potensi ekspornya. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd/Spt

apahabar.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku terbebani lantaran diproyeksikan menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Sebab semula Partai Amanat Nasional (PAN) merekomendasikan Erick Thohir untuk bersanding dengan Prabowo di Pilpres 2024. Terlebih Erick mencatatkan namanya di puncak survei cawapres. 

“Begini, saya tentu mengapresiasi hasil survei. Artinya apa? kan kinerja kita kan baik dan tentu justru itu membuat beban saya tersendiri supaya kembali target-targetnya tetap baik," kata Erick, Rabu (20/9).

Baca Juga: Elektabilitas Cawapres versi PRC: Erick Thohir Tumbangkan Cak Imin

"Apakah di BUMN, apakah hari ini di sepak bola U-17, timnas dan lain-lain, ya tentu ini hal yang menjadi pemacu kita,” ujarnya.

Bursa cawapres, kata dia, merupakan hak dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo di Pilpres 2024. Namun Erick mengaku belum berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Dia menuturkan hubungan dirinya dengan Ketua Umum PAN Zukifli Hasan (Zulhas) juga sangat baik. Namun dia menekankan keputusan penentuan cawapres ada di koalisi partai.

Baca Juga: PAN Legowo jika Prabowo Tak Pilih Erick Thohir jadi Cawapres

“Hubungan saya dengan Pak Zulhas itu kan memang hubungannya sejak lama, dan sangat baik di mana keluarga kita juga bersahabat dan di situlah mungkin dari pihak Pak Zulhas dan PAN sendiri punya komitmen. Tentu saya apresiasi. Tapi kan kembali ke koalisi, tidak bisa istilahnya mendorong-dorong kemauan pribadi,” ujarnya.

Erick menyatakan menyerahkan segala keputusan kepada koalisi partai untuk memilih yang terbaik. Saat ini dirinya fokus pada apa yang menjadi tugasnya di pemerintahan.

“Pada saat ini saya fokus pada apa kerjaan yang saya rasa sudah ada di depan mata dan kita fokus,” pungkasnya.