DPRD Kalsel Soroti Meningkatnya Kebakaran Permukiman dan Ancaman Karhutla

Habib Hamid Bahasyim, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya intensitas kebakaran.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Habib Hamid Bahasyim, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga pemukiman di Kalsel selama memasuki musim kemarau.

Menurutnya, cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik, kompor, maupun aktivitas yang berpotensi memicu api.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan meninggalkan kompor menyala, periksa instalasi listrik secara berkala, dan segera laporkan jika muncul titik api agar dapat ditangani lebih cepat," ujarnya, Rabu (15/7).

Habib Hamid juga meminta pemerintah daerah bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengaku prihatin karena kabut asap mulai terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data BNPB, kebakaran lahan telah terjadi di kawasan Cempaka dan Liang Anggang, Banjarbaru, pada awal Juli 2026.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla serta meningkatkan pemantauan titik panas. Hotspot terbanyak sementara terpantau berada di Kabupaten Tapin dan Balangan.

Sementara itu, kawasan yang dinilai rawan karhutla di Kalimantan Selatan meliputi Banjarbaru (Cempaka dan Liang Anggang), Kabupaten Banjar, Tapin, Balangan, Tanah Laut, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Kotabaru yang memiliki lahan gambut maupun semak belukar yang mudah terbakar saat kemarau.