DPRD Apresiasi Perayaan Hari Jadi Palangka Raya Tanpa Bebani APBD

Meski tanpa dukungan dana APBD, berbagai agenda yang telah disusun tetap akan dilaksanakan melalui kolaborasi dan partisipasi berbagai elemen masyarakat.

WALI Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Ketua DPRD Subandi, dan Sekda Arbert Tombak saat konferensi pers di Palangka Raya.(Foto: Antara)

bakabar.com, PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi menyambut positif konsep kolaboratif yang diterapkan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam pelaksanaan peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya tahun 2026. Menurut dia, penyelenggaraan berbagai kegiatan tanpa mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) menunjukkan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.

“Penjelasan dari pemerintah kota tadi, kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD, tetapi melalui kolaborasi dengan komunitas, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. Ini tentu kami apresiasi,” kata Subandi di Palangka Raya, Senin (15/6/2026).

Ia menilai pola kolaboratif tersebut menjadi contoh bahwa penyelenggaraan kegiatan daerah tidak selalu bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah, melainkan dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kota.

Menurut Subandi, keterlibatan komunitas, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum menjadi modal penting untuk menyukseskan berbagai agenda peringatan hari jadi sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Palangka Raya.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan pemerintah kota tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pelaksanaan peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya maupun Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya tahun ini.

Meski tanpa dukungan dana APBD, berbagai agenda yang telah disusun tetap akan dilaksanakan melalui kolaborasi dan partisipasi berbagai elemen masyarakat.

“Kami ingin mengajak kolaborasi kepada seluruh pihak untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi pemerintah dan hari jadi Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Fairid mengatakan keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi semarak peringatan hari jadi. Sebaliknya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.

“Kami untuk hari jadi ini tidak ada menganggarkan untuk acara, baik hari jadi pemerintah ataupun hari jadi Kota Palangka Raya. Tetapi saya rasa dengan semangat kolaborasi itu mudah-mudahan bisa terlaksana dengan agenda-agenda yang sudah disusun,” katanya, yang dilansir Antara.

Rangkaian kegiatan peringatan dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari kegiatan sosial, olahraga, ekonomi kreatif, pelayanan masyarakat, hingga pemberdayaan UMKM.

Beberapa kegiatan yang akan digelar antara lain upacara hari jadi, khitanan massal, senam bersama, Palangka Raya Fair, Palangka Raya Coffee Week, fun run, konser amal, penanaman pohon, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Menurut Fairid, pelibatan UMKM dan komunitas tidak hanya bertujuan menyukseskan agenda daerah, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Ia berharap peringatan hari jadi tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan mampu mempererat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Palangka Raya.

Subandi menambahkan, konsep kolaboratif yang diusung pemerintah kota patut dipertahankan karena mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa menambah beban keuangan daerah.

“Semangat gotong royong seperti ini menjadi modal penting untuk membangun kota. Ketika pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha bergerak bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.