Distan Banjar Siapkan Jurus Hadapi Kemarau dan Karhutla

Ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar.

Ilustrasi petugas memadamkan kebakaran lahan. Foto-dok.

bakabar.com, MARTAPURA - Ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar.

Sejumlah langkah pencegahan disiapkan lebih awal dengan melibatkan perusahaan perkebunan hingga kelompok tani di wilayah rawan.

Upaya tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Overthink Coffee Headquarter, Banjarbaru, Jumat (29/5/2026) lalu.

Pertemuan dihadiri Kepala Distan Banjar Warsita, Plt Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Abdul Basyid, serta perwakilan sejumlah perusahaan perkebunan.

Warsita mengatakan, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci penting untuk mencegah karhutla meluas saat musim kemarau tiba.

"Diperlukan langkah bersama agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini," ujar dikutip dari keterangannya, Senin (8/6).

Dari hasil rapat tersebut, Distan Banjar menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya mengaktifkan kembali Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di desa-desa rawan kebakaran, menggelar pelatihan dan pertemuan teknis bagi anggota KTPA, serta mengusulkan penggunaan Handy Talky (HT) guna mempercepat koordinasi di lapangan.

Selain itu, perusahaan perkebunan juga diminta memperkuat kesiapsiagaan dengan meningkatkan patroli dan pemantauan titik api.

Perwakilan PT Palmina Utama menyebut mitigasi karhutla menjadi perhatian serius berbagai pihak. Perusahaan telah membentuk KTPA mandiri, menyiapkan peralatan pemadam, serta melakukan pemantauan melalui menara pantau, patroli darat, dan drone.

Komitmen serupa juga disampaikan PT Talenta Bumi, PT Mondrat Intan Barakat, dan Koperasi Agrosindo yang siap mendukung penguatan KTPA serta kolaborasi penanggulangan karhutla.

Melalui koordinasi tersebut, Distan Banjar berharap sistem pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko kebakaran dan kabut asap selama musim kemarau dapat diminimalkan.