bakabar.com, BANJARMASIN - Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan Peningkatan Digitalisasi Marketing bagi Wirausaha Muda Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar di Banjarmasin, Selasa (31/3/2026). Peserta berasal dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zainab serta Kepala Seksi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Iqbal Khoirul Anam.
Dalam sambutannya, Pebriadin Hapiz menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas wirausaha muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang pemasaran digital.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala. Mereka merupakan pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Kami menghadirkan narasumber kompeten, termasuk di bidang ekspor, untuk memberikan pemahaman strategi digital seperti branding dan marketing,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan kemampuan digital menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, sebagaimana yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19.
“Kita belum mengetahui bagaimana dampak krisis global ke depan. Namun, pola hidup masyarakat terus berubah, termasuk dalam transaksi dan pemasaran yang kini semakin mengandalkan platform digital dan media sosial. Karena itu, pelaku usaha harus mampu beradaptasi,” jelasnya.
Pebriadin berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi dan bertukar ide, sehingga mampu menemukan strategi yang tepat agar usaha tetap tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Rika Ayu Zainab, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan digitalisasi marketing tahap kedua yang dilaksanakan pihaknya.
“Pada tahap kedua ini, peserta berasal dari tiga daerah dengan masing-masing 15 orang. Syarat utama peserta adalah wirausaha muda yang sudah memiliki NIB,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi evaluasi untuk mengukur efektivitas kegiatan.
“Kami melakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Ke depan, kami juga berencana mengadakan kegiatan lanjutan seperti jambore untuk melihat perkembangan usaha mereka,” katanya.
Rika menyebutkan, narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari instansi terkait seperti UMKM dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), hingga praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Melalui kegiatan ini, Dispora Kalimantan Selatan berharap para wirausaha muda mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, baik secara teori maupun praktik, sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)