Disdik Kotim Targetkan Peserta FLS3N dan O2SN Tembus Prestasi Nasional

FLS3N dan O2SN jenjang SMP/MTs tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan ini diikuti sebanyak ratusan siswa dari 57 sekolah yang ada di Kabupaten Kotim.

Pembukaan FLS3N dan O2SN jenjang SMP/MTs tahun 2026, bertempat di SMPN 2 Sampit. Senin (11/5/2026). Foto: bakabar.com/Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMP/MTs tahun 2026 mampu menembus prestasi hingga tingkat nasional.

Ajang tahunan tersebut resmi digelar dengan melibatkan ratusan pelajar dari puluhan sekolah di Kotim. FLS3N dijadwalkan berlangsung pada 11-13 Mei 2026, sedangkan O2SN digelar pada 18-20 Mei 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, I Gede Sukadana, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus mental kompetitif peserta didik.

“Kami berharap anak-anak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga mampu membawa nama harum Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Gede Sukadana, dalam pembukaan FLS3N dan 02SN di SMPN 2 Sampit, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, FLS3N tahun ini diikuti sekitar 57 sekolah dengan delapan cabang lomba yang dipertandingkan. Lima cabang dilaksanakan secara langsung atau luring, sedangkan tiga lainnya digelar secara daring.

Cabang yang diperlombakan meliputi ilustrasi, ensemble, musik tradisional, mendongeng, menulis cerita, menyanyi solo, pantomim, dan tari kreasi.

Sementara untuk O2SN, sebanyak 54 sekolah ambil bagian dalam lima cabang olahraga, yakni renang, pencak silat, atletik, bulu tangkis, dan panjat tebing.

“Panjat tebing menjadi cabang baru yang mulai diperlombakan tahun ini. Harapan kami tentu bisa menambah minat dan potensi olahraga siswa di Kotim,” katanya.

Jumlah peserta terbanyak berada di cabang atletik dengan 86 peserta, disusul bulu tangkis 39 peserta, pencak silat 38 peserta, renang 27 peserta, dan panjat tebing 12 peserta.

Selain menjadi ajang kompetisi, Disdik Kotim juga menekankan pentingnya sportivitas dan pembentukan karakter siswa selama perlombaan berlangsung.

“Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Yang paling penting adalah proses belajar, pengalaman, keberanian tampil, serta sikap disiplin dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Untuk memacu semangat peserta, Pemerintah Kabupaten Kotim juga menyiapkan anggaran apresiasi lebih dari Rp200 juta bagi siswa berprestasi. 

Bonus tersebut diberikan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga peserta yang berhasil masuk nominasi tingkat nasional.

“Anggaran penghargaan sudah kami siapkan untuk mendukung semangat anak-anak agar terus berprestasi,” tandasnya.