bakabar.com, MARABAHAN - Perlahan warga terdampak banjir di Barito Kuala (Batola) mulai disentuh bantuan yang memadai, baik dari Dinas Sosial (Dinsos), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Baznas Batola menyalurkan ratusan paket bantuan selama dua hari terakhir. Sebanyak 250 paket telah disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Antasan Segera, Kecamatan Mandastana, Minggu (11/01/2026).
"Juga telah disalurkan sebanyak 551 paket bantuan untuk Desa Pantai Hambawang dan Tanipah," jelas Wakil Ketua III Baznas Batola, H Hazrul Aswad, Senin (12/01/2026).
Rinciannya 318 paket dikirim ke Tanipah. Kemudian 233 paket disalurkan ke Pantai Hambawang. Proses pengiriman paket berisi minyak goreng, ikan kaleng, gula dan mi instan ini akan terus berlangsung ke seluruh kecamatan maupun desa terdampak banjir.
Berbarengan dengan Baznas, Dinas Sosial Batola juga menyalurkan paket bantuan berupa beras. Sebanyak 250 paket telah dibagikan ke Antasan Segera, 318 paket ke Tanipah dan 233 paket ke Desa Pantai Hambawang.
Seperti Antasan Segera yang hanya dapat dijangkau menggunakan alat transportasi air, kedalaman air di Pantai Hambang dan Tanipah telah membuat aktivitas warga terbatasi.
"Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang peduli dan membantu," papar Mahdiyanoor, Kepala Desa Pantai Hambawang.
"Sampai sekarang akses warga terbatas hanya menggunakan perahu, karena ketinggian air di rumah warga sampai 70 sentimeter. Sedangkan di jalan hampir 90 sentimeter," sambungnya.
Tidak hanya mobilitas, aktivitas perekonomian juga tersendat, "Untuk mencukupi kebutuhan harian selama banjir, warga hanya mencari ikan di sungai," imbuh Mahdiyanoor.
Sementara di Tanipah, ketinggian air di dalam rumah antara 30 sampai 50 sentimeter. Adapun di jalan, ketinggian air sekitar 70 sampai 90 sentimeter.
Adapun PMI Batola mengarahkan paket bantuan ke Kecamatan Jejangkit. Bantuan langsung diantar Ketua PMI Batola, Herman Susilo, bersama sejumlah pengurus, Senin (12/01/2026).
"Minimal bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Herman yang juga Wakil Bupati Batola.
"Kami juga meminta Dinas Kesehatan untuk memperhatikan kondisi kesehatan warga terdampak dengan menyiagakan petugas," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman mendapatkan masukan dari masyarakat agar mengupayakan pemasangan jembatan bailey di ujung jalan Desa Jejangkit Muara menuju Jembatan H Sahbirin Noor.
Diketahui akibat digerus air, permukaan jalan tersebut terus menurun. Dampaknya ketinggian air menuju Jembatan H Sahbirin Noor dapat mencapai 90 sentimeter. Padahal jalan ini menjadi akses satu-satunya warga menuju Jalan Paman Birin yang terhubung ke Jalan Gubernur Syarkawi.
Dalam kondisi normal, lebih banyak warga Jejangkit yang menggunakan jalan tersebut, khususnya tujuan Banjarmasin atau Banjarbaru. Terlebih dalam kondisi sekarang, Jalan Paman Birin bebas dari banjir.
"Kami akan menyampaikan kepada instansi terkait perihal jembatan darurat Jejangkit Muara. Kalau memang diperlukan masyarakat, kenapa tidak dipasang?" tutup Herman.