Demokrat Kalsel Buka Bursa Ketua DPD, Target Kursi DPR RI

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai membuka penjaringan bakal calon Ketua DPD menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V.

oleh Zainal
Sekretaris DPD Demokrat Kalsel, Bambang Yanti Permono (duduk tengah) dan Direktur Eksekutif sekaligus Ketua OC Musda V Aminudin Aziz (duduk 2 dari kiri) bersama pengurus lainnya foto bersama usai konferensi pers terkait pemilihan ketua baru di Banjarmasin, Jumat (22/5). Foto: bakabar.com/Zainal

bakabar.com, BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai membuka penjaringan bakal calon Ketua DPD menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V. Lewat momentum itu, Demokrat Kalsel tak hanya mencari figur pemimpin baru, tetapi juga memasang target besar yakni menambah kursi DPRD hingga mengantarkan kadernya duduk di DPR RI pada Pemilu mendatang.

Ketua panitia pelaksana Musda Demokrat Kalsel, Aminudin Aziz, mengatakan penjaringan dibuka setelah DPD Demokrat Kalsel menerima surat kesiapan pelaksanaan musda dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Kami DPD Partai Demokrat membuka penjaringan calon Ketua DPD karena Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan akan melaksanakan Musda kelima,” ujar Aminudin saat konferensi pers, Jumat (22/5).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Musda sebelumnya telah dibahas dalam rapat bersama seluruh DPD se-Indonesia dan Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat.

“Timeline Musda itu dari 3 Februari sampai Oktober. Jadi seluruh Indonesia akan melaksanakan musda yang dipandu DPP,” katanya.

Menurut Aminudin, Demokrat Kalsel telah menyampaikan kesiapan untuk menggelar Musda sesuai aturan partai. Setelah itu, tahapan berikutnya adalah membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD.

“Dari turunnya surat itu, kita membalas surat tentang kesiapan kita bahwa kita siap, dan tahapan selanjutnya adalah membuka penjaringan Ketua DPD yang mau mendaftar,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Kalsel, Bambang Yanto, menegaskan mekanisme pemilihan di Partai Demokrat berbeda dengan partai lain. Dalam forum musda, peserta hanya mengusulkan bakal calon, sedangkan penetapan calon dilakukan DPP.

“Siapapun boleh mendaftar atau mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Demokrat, sesuai persyaratan dan ketentuan yang ada di Partai Demokrat,” ujarnya.

Menurut Bambang, salah satu syarat utama untuk maju sebagai bakal calon adalah mengantongi dukungan minimal 20 persen suara pemilik hak suara dalam musda.

“Jumlahnya 15 suara. Maka 20 persen tersebut sekitar empat suara. Nah itu syarat pengusulan sebagai bakal calon,” katanya.

Ia menambahkan, Demokrat membuka peluang bagi siapa saja, baik kader internal maupun tokoh eksternal yang ingin membesarkan partai di Kalimantan Selatan.

“Tidak peduli siapapun orangnya. Mau dari pengusaha, penguasa, maupun kader, silakan saja. Yang penting memenuhi persyaratan,” ucapnya.

Bambang menjelaskan, proses penentuan Ketua DPD nantinya dilakukan melalui mekanisme fit and proper test yang melibatkan tim dari DPP Partai Demokrat.

“Nanti yang menentukan calon itu ada tim tiga DPP, yaitu Ketum, Sekjen, dan BPOKK,” katanya.

Demokrat Kalsel juga berharap kepemimpinan baru nantinya mampu meningkatkan kekuatan partai di daerah, terutama dalam mendongkrak perolehan kursi legislatif.

“Harapan kami kursi DPRD provinsi berkembang, DPRD kabupaten/kota juga bertambah, terus DPR RI kalau bisa dua dapil bisa ada,” ujar Bambang.

Menurutnya, target tersebut harus diwujudkan melalui visi dan program konkret dari calon ketua yang akan maju dalam musda.

“Silakan tunjukkan diri Anda sebagai calon, mempresentasikan program ke depan apa. Di situlah nantinya ketahuan kapasitasnya,” pungkasnya.