BWS Kalimantan III Turun Langsung Ke Lokasi, Keluhan Genangan Akibat Bendung Pitap Mulai Dapat Solusi

Gerak cepat tim BWS yang langsung memetakan kondisi di lapangan bukti pemerintah tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami warga di wilayah terdampak.

oleh Fath29
WAKIL Ketua DPRD Balangan Saiful Arif menyatakan, respons sigap BWS membuktikan pemerintah tidak menutup mata terhadap kesulitan warga di wilayah terdampak.(Foto: Ist)

bakabar.com, BALANGAN – Keluhan warga Kabupaten Balangan terkait genangan yang diduga dipicu oleh pengelolaan Bendung Pitap akhirnya mendapatkan respons cepat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III. Langkah peninjauan langsung yang dilakukan tim pada Sabtu (4/7/2026) disambut apresiasi tinggi oleh jajaran DPRD Kabupaten Balangan, sekaligus disertai catatan mendesak untuk perbaikan infrastruktur pembuangan air.

Wakil Ketua DPRD Balangan Saiful Arif menilai gerak cepat tim BWS yang langsung memetakan kondisi di lapangan menjadi bukti pemerintah tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami warga di wilayah terdampak.

"Kita sangat mengapresiasi gerak cepat kawan-kawan BWS Kalimantan III yang langsung mengecek kondisi Bendung Pitap usai keluhan muncul. Ini menunjukkan iktikad baik untuk segera merumuskan penyelesaian persoalan tata air di sana," ujar Saiful Arif saat dikonfirmasi di Paringin, Minggu (5/7/2026).

Selain peninjauan lokasi, Saiful Arif juga menyoroti langkah strategis BWS yang turut mengawal upaya penanganan banjir kawasan Banua Anam hingga ke tingkat pusat. Bersama Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan dan enam kepala daerah terkait, perwakilan BWS telah menemui Dirjen Sumber Daya Air di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi daerah.

"Upaya ini sangat krusial dan kita hargai tinggi. Harapannya, langkah ke pusat ini bisa segera membuka keran anggaran guna penanganan banjir yang komprehensif bagi seluruh wilayah kita," tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Balangan Syahbuddin yang kerap menerima aduan langsung warga menekankan perlunya tindakan nyata berupa penambahan infrastruktur pembuangan air di jalur Bendung Pitap. Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini jauh dari cukup untuk menampung debit air saat musim hujan.

"Dari Desa Muara Jaya hingga wilayah Awayan sejauh sekitar 3 kilometer hanya terdapat enam titik pintu air. Ini penyebab utama air lambat surut dan menumpuk di permukiman Desa Bihara Hilir dan Pulantan," jelas politisi Fraksi PKS ini.

Syahbuddin berharap hasil evaluasi yang sedang disusun BWS segera ditindaklanjuti dengan pembangunan atau penambahan titik pintu air baru.

"Kami berharap BWS segera merealisasikan penambahan fasilitas tersebut, sehingga warga tidak lagi khawatir rumahnya tergenang setiap kali debit sungai naik," pungkasnya.

Sinergi antara DPRD Kabupaten Balangan dan BWS Kalimantan III kini menjadi tumpuan harapan masyarakat. Warga menanti kesepakatan ini segera berwujud perbaikan tata air di lapangan, agar ancaman luapan banjir di musim penghujan mendatang tidak lagi terulang.