bakabar.com, BALANGAN – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Temanggung Jalil, Kecamatan Awayan, menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan, BUMDesma berhasil mencatatkan omzet dan membagikan hasil usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) seluruh desa anggota.
Capaian tersebut disampaikan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) Laporan Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Temanggung Jalil, Kantor Kecamatan Awayan, Rabu (4/2/2026).
Laporan pengelolaan usaha selama satu tahun penuh itu secara resmi diterima para perwakilan pemegang saham dari 22 desa anggota yang hadir. Kontribusi BUMDesma Temanggung Jalil dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi lokal di wilayah Kecamatan Awayan.
“Selama 2025, BUMDesma mampu menghasilkan omzet dan memberikan kontribusi nyata bagi desa-desa anggota melalui PADes. Ini adalah hasil kerja sama dan komitmen seluruh pihak,” ujar Direktur BUMDesma Temanggung Jalil, Riswan Hidayat.
Menurut Riswan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh desa anggota serta pengelolaan usaha yang dilakukan secara profesional. Ia menegaskan, pembagian hasil usaha dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan transparansi sesuai kesepakatan bersama sejak awal pendirian BUMDesma.
Saat ini, BUMDesma Temanggung Jalil mengelola dua unit usaha utama, yakni unit simpan pinjam dan unit jasa angkutan. Untuk mendukung operasional jasa transportasi, BUMDesma telah mengoperasikan armada bus besar berkapasitas 33 penumpang serta minibus berkapasitas 19 penumpang, yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat, kegiatan dinas, hingga agenda antar desa dan kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Awayan, Murdiansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas kinerja BUMDesma. Ia menekankan pentingnya pelaporan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi keberlanjutan usaha bersama.
“Kepercayaan desa anggota hanya bisa dijaga dengan pelaporan yang jelas dan bertanggung jawab. Tanpa transparansi, sulit bagi BUMDesma untuk berkembang lebih besar,” ujarnya.
Murdiansyah juga mendorong pengurus BUMDesma agar terus berinovasi dan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pengembangan usaha perlu dilakukan melalui diversifikasi produk dan layanan, serta perluasan jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, maupun sektor swasta.
“BUMDesma harus berani melakukan terobosan dan memperluas kolaborasi. Jangan hanya bertahan pada unit usaha yang ada, tetapi mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat yang terus berkembang,” tegasnya.
Selain pengembangan usaha, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan aset secara bertanggung jawab. Seluruh aset BUMDesma, kata dia, merupakan milik bersama desa anggota yang harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Senada, Kepala Desa Ambakiang yang juga Penasihat BUMDesma Temanggung Jalil, Marhat, mengapresiasi kinerja pengurus dan mendorong pengembangan usaha ke sektor lain yang memiliki potensi pasar besar.
“Peluang usaha masih sangat terbuka, seperti penambahan armada sewa bus untuk acara besar, pengoperasian truk angkutan barang, hingga usaha hiburan rakyat yang tetap selaras dengan nilai budaya lokal,” ujarnya.
Melalui MAD Laporan Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus mendukung pengembangan BUMDesma Temanggung Jalil agar tumbuh sebagai penggerak ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan. Sejumlah rencana strategis untuk 2026 pun mulai dirumuskan, dengan fokus pada perluasan skala usaha serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola.