Bulog Kotim Rutin Pasok Minyak Goreng ke Pasar, Pedagang Diingatkan Jangan Jual di Atas HET

Setiap pekan, Bulog Kotim secara rutin melakukan distribusi ke sejumlah pasar tradisional guna menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan lonjakan harga.

Kepala Perum Bulog Cabang Kotim, Wahyu Tri Utomo. Kamis (23/7/2026). Foto: bakabar.com/Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, memastikan pasokan minyak goreng jenis Minyak Kita untuk masyarakat tetap aman.

Setiap pekan, Bulog secara rutin melakukan distribusi ke sejumlah pasar tradisional guna menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan lonjakan harga.

Kepala Perum Bulog Cabang Kotim, Wahyu Tri Utomo, menjelaskan Bulog sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pangan mendapat penugasan untuk menyalurkan komoditas pangan, termasuk minyak goreng, kepada masyarakat melalui pedagang pasar.

"Di Kotim kami ditugaskan menyalurkan minyak goreng ke pedagang-pedagang pasar di wilayah kerja Bulog Cabang Kotim. Setiap minggu minimal dua hingga tiga kali kami melakukan dropping," ujarnya. Kamis (23/7/2026).

Distribusi tersebut diprioritaskan ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar PPM Sampit, Pasar Al Kamal dan Jumput, serta beberapa mitra Bulog lainnya. Dalam setiap pengiriman, satu pedagang memperoleh sekitar 20 hingga 30 dus minyak goreng.

Menurut Wahyu, pembatasan jumlah tersebut dilakukan agar minyak goreng benar-benar dijual langsung kepada masyarakat, bukan diperdagangkan kembali ke pedagang lain.

"Kami berharap minyak goreng itu langsung dijual ke konsumen sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Bulog menjual minyak kita kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter dari gudang. Setelah ditambah biaya angkut sekitar Rp100 hingga Rp200, pedagang diminta menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Namun, Bulog mengakui masih menemukan minyak goreng yang dijual melebihi HET di lapangan.

"Kami memang tidak bisa melakukan pengawasan penuh. Kalau ditemukan pedagang menjual di atas HET, kami akan memberikan teguran. Jika berulang, sanksinya bisa berupa penghentian distribusi kepada pedagang tersebut," tegas Wahyu.

Saat ini, stok minyak goreng yang tersedia di gudang Bulog Kotim mencapai sekitar 10 ribu liter dan akan terus ditambah sesuai pasokan dari pabrik sehingga distribusi tetap berjalan.

Selain minyak goreng, Bulog juga memastikan stok pangan lainnya dalam kondisi aman. Persediaan beras mencapai sekitar 8.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari satu tahun.

Sementara itu, stok gula pasir tersedia sekitar 30 ton dengan harga yang masih relatif stabil.

Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah petani di wilayah kerja Kotim dan Kabupaten Katingan. Dari target penyerapan 16.554 ton, hingga saat ini telah terealisasi sekitar 11.800 ton atau 69 persen.

Setiap hari, Bulog mampu menyerap gabah petani sekitar 50 hingga 100 ton, dengan sentra produksi berada di Teluk Sampit untuk wilayah Kotim dan Pagatan di Kabupaten Katingan.

Wahyu juga mengimbau seluruh pedagang mitra Bulog agar mematuhi ketentuan pemerintah terkait harga jual minyak goreng.

"Kami mengajak seluruh pedagang menjual sesuai HET, yaitu maksimal Rp15.700 per liter. Kami juga memastikan distribusi tetap dilakukan dua hingga tiga kali setiap minggu sesuai ketersediaan stok agar pasokan di pasar tetap terjaga," pungkasnya.