Bersua Penjabat Bupati Batola, Warga Alalak Curhat Soal Sampah

Kesempatan berdialog dengan Penjabat Bupati Barito Kuala (Batola), Mujiyat, tidak disi-siakan warga Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3, Desa Semangat Dalam, K

Penjabat Bupati Batola, Mujiyat, ketika berdialog dengan warga Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Rabu (3/3) malam. Foto: Istimewa

bakabar.com, MARABAHAN - Kesempatan berdialog dengan Penjabat Bupati Barito Kuala (Batola), Mujiyat, tidak disi-siakan warga Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak.

Dialog di lapangan Kompleks Persada Permai Baru 2 Jalur 8, Rabu (3/3) malam itu dikemas penuh keakraban dan dihadiri puluhan warga.

Selain Mujiyat yang notabene berdomisili di Alalak, dialog bertajuk Gerakan Sambang Desa Menyambang Warga itu juga dihadiri sejumlah kepala dinas.

Di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Plt Kepala DPMTSP, dan Camat Alalak.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Oleh karena berada di depan kompleks, tumpukan sampah sangat menganggu keindahan.

Pun kebersihan juga terganggu, karena sudah sering sampah meluber ke jalan lantaran kapasitas TPS yang kurang memadai.

Warga juga mengeluhkan kerusakan jalan kompleks. Padahal di dalam kompleks, berdiri SMKN 4 Marabahan dan SDN Semangat Dalam 2.

"Kami berterima kasih kepada Penjabat Bupati yang meluangkan waktu bertemu warga untuk saling sharing," papar Rudi Supriadi, salah seorang warga Kompleks Persada Permai Baru 2.

"Tentu kami berharap aspirasi warga bisa segera direalisasikan demi kenyamanan bersama," sambungnya.

Menjawab aspirasi warga, Mujiyat menjelaskan kerusakan jalan menuju ke SMKN 4 Marabahan segera ditangani dalam tahun anggaran 2024.

"Oleh karena sekarang sudah tahun berjalan, perbaikan jalan tersebut akan dimasukkan dalam anggaran perubahan. Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Disperkim) yang akan menangani," jawab Mujiyat.

"Sementara pengelolaan sampah memang menjadi persoalan kompleks, terutama di Kecamatan Alalak," tukasnya.

Diketahui Alalak memiliki penduduk sebanyak 78.238 jiwa. Namun berdasarkan data PDAM Batola Unit Alalak per Desember 2023, penduduk terlayani atau pelanggan berjumlah 86.460 jiwa.

Perbedaan jumlah penduduk dengan pelanggan PDAM tersebut disebabkan Alalak juga ditempati warga yang tidak mengantongi KTP Batola. Salah satunya di Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3.

"Untuk menanggulangi masalah sampah, kami akan memilih berdasarkan data kependudukan. Kalau memang benar warga Batola, kami akan segera memfasilitasi," tegas Mujiyat.