Berangkat ke Malang, Kapolri Pimpin Investigasi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo akan langsung berangkat ke Malang, Jawa Timur, hari ini, Minggu (10/2).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pengerahan tim tersebut bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi korban dalan insiden Stadion Kanjuruhan Foto-Disway.id/M Ichsan

apahabar.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo akan langsung berangkat ke Malang, Jawa Timur, hari ini, Minggu (10/2).

Keberangkatan Kapolri Listyo Sigit ke Malang untuk memimpin langsung investigasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut ratusan nyawa itu.

Tak hanya Kapolri, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali juga ke Malang buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Sesuai dengan perintah Presiden, hari ini Bapak Kapolri bersama dengan Bapak Menpora akan langsung bertolak dari Jakarta ke Malang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dilansir Okezone.

Terkait kejadian yang merenggut ratusan nyawa itu, Polri juga menyampaikan duka cita. Saat ini, Polri menerjunkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mempercepat proses identifikasi korban kerusuhan pasca laga Arema FC versus Persebaya tersebut.

"Pak Kapolri saat ini sudah memberangkatkan tim DVI yang dipimpin oleh Irjen Nyoman langsung menuju ke Malang kemudian mengerahkan seluruh tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Malang, Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya," katanya.

Polda Jatim menyampaikan ada 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, tadi malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan dimenangkan Persebaya Surabaya.

Sebanyak 125 Aremania dikabarkan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut. Ada dua anggota kepolisian yang juga dikabarkan tewas.

Mayoritas para korban meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak usai pihak kepolisian melempar gas air mata untuk melerai kerusuhan.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal, di stadion ada 34," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang.

Korban tewas akibat kerusuhan tersebut dikabarkan kembali bertambah. Para korban luka juga masih dilakukan perawatan intensif. Berdasarkan keterangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jumlah korban tewas bertambah menjadi 129 orang.

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menghentikan kompetisi BRI liga 1 2022/2023 selama sepekan. Selain itu, PT LIB menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginvestigasi dan mengusut tuntas kericuhan yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

"Khusus kepada Kapolri, saya minta investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu dilansir Antara.

Presiden menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya tersebut.

Dia juga memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola serta prosedur pengamanan pertandingan tersebut.

Untuk kelancaran evaluasi dan investigasi dari kepolisian, Jokowi memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi selesai dan dilakukan perbaikan terhadap prosedur pengamanan.

"Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di Tanah Air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang," kata Presiden Jokowi.