bakabar.com, MARABAHAN - Meski batal menjadi venue Hari Jadi ke-66, Pemkab Barito Kuala (Batola) sudah memiliki rencana untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jembatan Barito.
Pembatalan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dihadiri Bupati H Bahrul Ilmi, Wakil Bupati Herman Susilo, Ketua DPRD Ayu Dyan Liliyana Sari Wiryono, Kapolres AKBP Anib Bastian dan kepala instansi terkait, Senin (29/12).
"Melihat situasi dan kondisi, terutama cuaca yang tidak menentu, diputuskan puncak peringatan Hari Jadi ke-66 Batola tetap diselenggarakan di Lapangan 5 Desember," ungkap Bahrul Ilmi seusai rapat paripurna hari jadi, Jumat (2/1).
"Sedangkan di RTH Jembatan Barito diproyeksikan sebagai kawasan wisata. Ini merupakan bagian dari pengembangan pariwisata daerah," imbuhnya.
Terkait relokasi para pedagang buah yang sebelumnya membuka lapak di Jalan Trans Kalimantan ke RTH Jembatan Barito, Pemkab Batola belum mengambil keputusan.
"Kami mendukung perkembangan UMKM dan nanti diatur baik-baik. Namun dengan catatan harus tertib dan baik," tukas Bahrul Ilmi.
Sesuai dengan rundown, puncak Hari Jadi Batola ke-66 dimulai pukul 09.00 Wita, serta direncanakan dihadiri Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman.
Kemudian mulai pukul 11.00 Wita, digelar seremoni masak besar bersama chef dan kreator kuliner nasional Bobon Santoso. Dilanjutkan upaya pemecahan rekor makan besar sebanyak 100.000 porsi.
Selanjutnya sekitar pukul 21.30, grup dangdut hip hop NDX akan menghibur seluruh warga yang hadir di Lapangan 5 Desember, maupun menyaksikan via live streaming.
Kendati belum terkonfirmasi, grup duo dari DI Yogyakarta tersebut akan membawakan sejumlah lagu hits seperti Tresno Tekan Mati, Kelingan Mantan, Nemen, Ngertenono Ati, dan Kimcil Kepolen.